Kembali Diubah Jadi Masjid, Muslim Turki Gelar Sholat Berjamaah di Depan Hagia Sophia

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 11 Juli 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 18 2244724 kembali-diubah-jadi-masjid-muslim-turki-gelar-sholat-berjamaah-di-depan-hagia-sophia-VP2LLvkqIG.jpg Warga Muslim berkumpul untuk sholat Maghrib di depan Hagia Sophia atau Ayasofya, setelah pengadilan memutuskan mengubah kembali museum itu menjadi masjid, Istanbul, Turki, 10 Juli 2020. (Foto: Reuters/Murad Sezer)

ISTANBUL – Warga Muslim Turki menggelar sholat berjamaah di depan bangunan ikonik Hagia Sophia pada Jumat sore (10/7/2020), beberapa saat setelah pengadilan negara itu memutuskan untuk mengubah museum itu menjadi masjid.

Foto-foto yang dirilis media memperlihatkan ratusan orang mengikuti sholat berjamaah dan berdoa di depan Hagia Sophia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Jumat menandatangani dekrit untuk mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Langkah itu diambil mengikuti keputusan pengadilan Turki yang membatalkan status museum Hagia Sophia.

BACA JUGA: Turki Ubah Museum Ikonik Hagia Sophia Menjadi Masjid

Dibangun 1.500 tahun yang lalu sebagai katedral Kristen Ortodoks, Hagia Sophia dikonversi menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman pada 1453. Pada 1934 Hagia Sophia diubah menjadi museum dan sekarang menjadi situs Warisan Dunia Unesco.

Muslim Turki melakukan sholat berjamaah di depan Hagia Sophia, Istanbul, 10 Juli 2020. (Foto: AP)

Meski putusan itu mendapat kecaman dan ungkapan kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk negara tetangga Yunani, dan badan PBB Unesco, Turki tetap pada keputusannya. Presiden Erdogan menekankan bahwa Turki telah menggunakan hak kedaulatannya untuk mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

BACA JUGA: Diubah Jadi Masjid, Begini Sejarah Hagia Sophia

Erdogan mengatakan sholat berjamaah pertama di dalam bangunan Hagia Sophia akan digelar pada 24 Juli.

"Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka lebar untuk penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim," tambahnya sebagaimana dilansir ujarnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini