Perwira Polisi Tewas Dibacok Residivis Perampokan di Sumbawa Besar

Acep Suharlan, iNews · Sabtu 11 Juli 2020 03:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 340 2244666 perwira-polisi-tewas-dibacok-residivis-perampokan-di-sumbawa-besar-6QYLE70u8r.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SUMBAWA BESAR - Seorang perwira polisi tewas dibacok seorang residivis kasus perampokan. Pelaku kini dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Polres Sumbawa Ipda Uji Siswanto tewas setelah dibacok menggunakan badik oleh salah seorang warga Kecamatan Utan berinisial BIM. Pelaku yang pernah dipenjara akibat melakukan perampokan ini langsung melarikan diri setelah menyerang korban dengan sebilah badik.

Kasus ini berawal dari adanya laporan dari seorang warga berinisial A, yang diancam oleh BIM. Menindak lanjuti laporan warganya, korban yang menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Utan langsung meninggalkan kantornya untuk melakukan mediasi antara pelapor dan terlapor.

Baca Juga: Dodi Buron Kasus Perampokan Anggota Keluarga Bos Pempek Akhirnya Dibekuk 

Usai melakukan mediasi antara kedua belah pihak, korban yang saat itu hendak kembali ke kantornya menyempatkan diri singgah ke rumah mertuanya. Namun, di tengah jalan, Ipda Uji bertemu dengan pelaku. Sempat terjadi perbincangan yang berujung penyerangan oleh pelaku dengan sebilah badik.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian punggung, pipi sebelah kanan, luka sayatan di belakang telinga sebelah kanan, tangan dan pergelangan kakinya. Pada saat kejadian, orangtua pelaku yang berada di TKP sempat melihat dan melerai kejadian ini. Usai melukai korban, pelaku langsung melarikan diri.

Korban langsung dibawa ke Puskesmas Utan untuk mendapat pertolongan medis. Melihat kondisi korban yang semakin menurun, langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah di kota Sumbawa Besar. Sayang, di tengah jalan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut Kapolres Sumbawa, AKBP Widi Saputra, terduga pelaku merupakan residivis dalam kasus perampokan gaji guru pada tahun 2008 lalu, dan sudah menjalani hukuman selama dua tahun enam bulan penjara. Terhadap jenazah korban, rencananya akan dimakamkan Sabtu setelah diautopso oleh dokter dari Mataram.

Baca Juga: Terlilit Utang Cicilan Motor, Pria Ini Nekat Rampok Warung di Bekasi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini