Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nenek Moah Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot di Tengah Hutan

Robby Ridwan , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2020 |12:46 WIB
Nenek Moah Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot di Tengah Hutan
Nenek Moah. Foto: iNews
A
A
A

BLITAR - Setiap orang pasti ingin hidup bahagia pada hari tua dan dapat bercengkrama bersama orang-orang tercinta. Namun nasib berbeda dialami Moah, seorang nenek warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Nenek yang usianya hampir 80 tahun ini hidup sebatang kara di gubuk reot miliknya yang berada di tengah hutan.

Nenek Moah tidak memiliki anak ataupun keluarga sehingga memilih menetap di gubuk dalam lahan kebunnya. Di sana ia hidup selama puluhan tahun.

Pantauan di lokasi, tindik gubuknya sudah tak utuh, atapnya juga bocor. Tentu saja itu tidak mampu menahan dinginnya malam serta air saat musim penghujan datang. “Airnya masuk, sebelah timur saya tutup,” ujarnya pada Senin (13/7/2020).

Nenek Moah juga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan kemampuan mencari kayu bakar di hutan, serta berharap bantuan orang lain. 

“Kalau masak ya sebelah timur. Untuk makan cari kayu di hutan dan orang yang memberi," tuturnya.

Baca Juga:  Kakek-Nenek Tinggal di Gubuk 1,5 X 3 Meter Beratap Plastik

(Abu Sahma Pane)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement