Setelah Presiden dan Menkes, Giliran Menlu Bolivia Positif Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Selasa 14 Juli 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 18 2246239 setelah-presiden-dan-menkes-giliran-menlu-bolivia-positif-covid-19-KHYlkCUrub.jpg Ilustrasi (foto; Okezone)

LA PAZ – Setelah sebelumnya Presiden Jeanine Anez dan Menteri Kesehatan María Eidy Roca mengumkan positif pandemi Covid-19, hari ini, giliran Menteri Luar Negeri Bolivia Karen Longaric Rodriguez mengumumkan juga telah terinfeksi.

Kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Bolovia dalam pernyataan resminya. “Longaric tidak menunjukkan gejala dan menjalani isolasi di rumah,” demikian keterangan kementerian, seraya menambahkan Longaric akan menjalani pengobatan di rumah, dikutip dari Anadolu, Selasa (14/7/2020).

Pada Kamis pekan lalu, presiden sementara Anez mengmumkan dirinya positif Covid-19. Meski demikian, Anez mengaku kondisinya sehat dan tetap bertugas meskipun dari balik layar monitor.

Sebelum Anez, tiga menteri, di antaranya Menteri Kesehatan Eidy Roca dan Menteri Kepresidenan Yerko Nunez, lebih dulu dinyatakan positif.

Bolivia sejauh ini melaporkan hampir 48.200 kasus Covid-19, lebih dari 1.800 di antaranya meninggal dunia.

Seperti diketahui, Amerika Latin telah menjadi pusat penyebaran virus corona, dengan Brasil, Chili, Meksiko dan Peru terkena dampak terbesar dari pandemi. Argentina dan Bolivia telah melihat peningkatan jumlah kasus baru dalam beberapa pekan terakhir meskipun memberlakukan penguncian lebih awal.

"Pertarungan melawan virus berlanjut tanpa henti dan saya berharap menteri cepat pulih untuk bergabung kembali dalam pertempuran ini demi kesehatan rakyat Bolivia," kata Presiden sementara Bolivia, Jeanine Anez dalam sebuah posting di Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Senin (6/7/2020).

Kementerian kesehatan Bolivia memperkirakan bahwa puncak infeksi akan melanda antara Agustus dan September. Negara itu sedang menuju pemilihan umum pada 6 September, penundaan pemilihan ulang 2019 yang memicu protes luas dan menyebabkan kekalahan pemimpin sayap kiri Evo Morales.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini