Setelah dicek tiket kapal dan surat rapid tes oleh petugas pelabuhan ditemukan kejanggalan terkait nomor register surat rapid tesnya.
“Saat dicek oleh petugas KSOP Pelabuhan Kumai ada kejanggalan pada nomor register surat rapid tes. Kemudian kami tidak mengizinkan ke-19 penumpang tersebut untuk masuk kapal. Selanjutnya kita koordinasi dengan pihak RS Sultan Imanuddin karena disurat itu tertera kop RS Sultan Imanuddin,” ujar Wahyu saat ekspose kasus di Mapolres Kobar.
Ia melanjutkan, setelah dipastikan bahwa surat rapid tes tersebut palsu kemudian pihak pelabuhan melaporkan ke Satreskrim Polres Kobar untuk tindak lanjut. “Setelah itu kita lapor ke Polres Kobar dan ke-19 calon penumpang tersebut langsung dibawa ke Mapolres untuk diperiksa,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Fachruddin mengatakan, dari hasil pengecekan surat rapid tes palsu tersebut ada beberapa yang sangat tidak sesuai, yakni logo dari pemerintah daerah, kop surat juga tidak sesuai, hasli pemeriksaan dari dokumennya berupa permintaan, bukan hasil tes.
“Kemudian nomor laboratorium juga tidak sesuai, nomor rekam medis tidak sesuai, nama dokter dan perawat juga tidak sesuai dengan hari tanggal dikeluarkan surat tersebut,” ujar orang nomor satu di RS Sultan Imanuddin ini.
Seorang korban perempuan RS mengaku tidak mengetahui jika surat rapid tes tersebut adalah palsu. “Karena yang mengurus suami saya. Jadi saya kurang paham kalau sampai begini,” akunya saat ditanya di Mapolres Kobar.
Ia mengaku, sejatinya dirinya dan 18 orang kerabatnya akan pulang ke Sampang, Madura. Naik kapal dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin 13 Juli 2020 sekira pukul 13.00 WIB.
“Kalau rombongan kami ini sebelumnya dari Ketapang, Kalbar. Kami pedagang sayur di sana. Kemarin mau balik ke Sampang malah kena kasus ini,” jelasnya.
Kini ke-19 calon penumpang tersebut sejak Senin hingga hari ini masih menumpang nginap di Mapolres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.
“Ya kita tidak tahu kapan sampai di sini. Semoga bisa cepat balik ke Sampang,” ujarnya.
(Khafid Mardiyansyah)