Demi Warisan, Seorang Ibu di Sumut Digugat Anak Kandung Sendiri ke Pengadilan

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Rabu 15 Juli 2020 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 340 2247020 demi-warisan-seorang-ibu-digugat-ke-pengadilan-oleh-anak-kandung-sendiri-mBdhKKH953.jpg Mariamsyah ibu yang digugat oleh ketiga anak durhakanya karena harta (foto: Okezone)

TAPANULI UTARA – Seorang ibu bernama Mariamsyah Boru Siahaan (74) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara harus berurusan dengan hukum lantaran digugat oleh ketiga anak kandungnya sendiri, hanya karena harta warisan peninggalan suami.

Mariamsyah Boru Siahaan yang sudah berusia uzur tampak tertuntuk lesu menghadapi sidang gugatan di Pengadilan Negeri Tarutung, Kabuaten Tapanuli Utara, Sumut, untuk mendengarkan gugatan ketiga anaknya itu.

Gugatan ketiga anak kandung Mariamsyah terkait harta yang berhasil dikumpulkan oleh Mariamsyah bersama mendiang suami di masa lalu. Adalah satu unit rumah di Jalan Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kotamadya Medan Sumut yang terjual seharga Rp 800 juta pada 2019 lalu.

"Hal ini yang menjadi pemicu gugatan tiga orang anak kandung saya. Air susu dibalas air tuba, bahkan darah yang mengalir dari tubuh saya sewaktu melahirkan mereka-pun tak mampu dibalas. Namun, hari ini, saya harus menghadapi gugatan hukum dari mereka," ungkap Mariamsyah, seusai menghadiri sidang mediasi yang digelar di PN Tarutung, Rabu 15 Juli 2020.

Ibu lanjut usia itu ditemani putra bungsunya, Ridwan Panjaitan dan menantunya Murni Panggabean serta sejumlah penasihat hukumnya, Ranto Sibarani, Olsen Lumbantobing dan kawan-kawan.

Mariamsyah mengaku sudah beberapa kali dibuat susah oleh ketiga anaknya, bahkan dia pernah diusir dari rumah. Dan Ridwan Panjaitan anak keempat dari Mariamsyah, juga turut menguatkan pernyataan ibundanya, bahwasanya awal gugatan terhadap ibundanya karena menjual rumah tersebut.

Ridwan Panjaitan mengatakan, ketiga saudara laki-laki maupun saudara perempuannya yang menggugat ibunda mereka, yaitu Bontor Budianto Panjaitan, Mervin Panjaitan serta Lasmawati Delima Panjaitan.

Sebelumnya, Pukul 12.00 WIB, sidang dimulai dengan agenda kelengkapan para pihak yang dipimpin majelis hakim PN Tarutung. Dan selanjutnya menggelar sidang mediasi. Namun, agenda sidang mediasi dengan mediator hakim PN Tarutung Nugroho Situmorang, tidak berhasil mencairkan persoalan kedua pihak berperkara, hingga keputusan melanjutkan sidang gugatan bakal digelar.

Salah seorang penggugat, yakni Bontor Panjaitan, anak sulung Mariamsyah menyebutkan, alasan dirinya turut melayangkan gugatan terhadap ibundanya adalah persoalan tidak dilibatkan dan tidak mendapatkan bagian atas penjualan rumah oleh Mariamsyah.

"Alasan saya, pertama, saya tidak mengetahui rumah itu dijual. Yang kedua, bagian saya tidak ada. Saya sendiri, tidak ingin ada mediasi lagi,"katanya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini