“Pasca peristiwa tersebut, ada 37 pasangan siswa SMP yang harus diberi perhatian lebih dan diberi solusi atas situasi mereka di masa Covid-19. Jika hanya berorientasi pada hukuman, akan menjadi kegagalan kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan, jumlah 37 pasangan ini menggambarkan remaja kita sangat tertinggal dalam kampanye pemberhentian penularan Covid 19 yang diselenggarakan berbagai tempat. Situasi jiwa yang tidak baik dalam menerima kampanye ini, bisa berdampak penolakan di remaja dan menyebabkan peristiwa ini terjadi.
“Perlu inovasi dan himbauan terus menerus agar remaja kita juga turut serta dalam pengurangan risiko masa pandemi ini di berbagai bidang,” tutur Jasra.
Baca Juga : Sewa Kamar Kosan 3 Jam, 7 Pasangan Mesum Digerebek
KPAI meminta Kementerian Pariwisata dan Asosiasi Hotel berkomitmen terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.
“Harusnya jadi pembelajaran para hotel dalam melihat pergerakan anak anak sebanyak itu, harusnya jadi kecurigaaan dan deteksi dini dalam menerima anak anak menggunakan jasa hotel,” tuturnya.
Pihaknya pun mengapresiasi petugas yang segera menyelamatkan anak anak di hotel tersebut. “Pemerintah daerah harus memberi sanksi, jika jelas-jelas hotel melakukan pembiaran peristiwa seperti ini,” katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.