BANYUMAS - Seorang pasien di Rumah Sakit Ananda Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terjun dari lantai tiga, pada Kamis (16/7/2020) pagi. Belum diketahui penyebab aksi nekat pasien tersebut.
Beruntung kondisi pasien selamat, hanya mengalami luka ringan dan masih dalam penanganan medis. Dugaan sementara pasien ini depresi karena kecemasan berlebihan terhadap kondisi penyakitnya.
Menurut saksi mata, Agus, sebelum terjun, pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut keluar melalui jendela lantai tiga Rumah Sakit Ananda Purwokerto, Kabupaten Banyumas, kemudian pasien tersebut berjalan di atas kanopi lantai dua hingga ke bagian tepi dan terjun ke bawah atau lantai dasar. Warga yang melihat sempat berteriak mencegah tindakan pasien namun, kejadian sangat cepat.
Baca Juga: Usai Cekcok dengan Istri, Petani Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri
Tubuh pasien sempat terbentur kanopi lantai satu, kemudian terjerembab di lantai dasar di sebelah tangki penampungan. Sementara kondisi atap seng lantai satu penyok dan nyaris jebol akibat tertimpa pasien yang jatuh. Petugas keamanan dan medis lalu menolong dan mengevakuasi pasien untuk diselamatkan dan dibawa ke ruang IGD.
Sementara polisi yang mendapatkan laporan segera memeriksa kondisi pasien yang terjatuh. Diduga, pasien ini sengaja menjatuhkan diri karena depresi akibat penyakit yang dideritanya.
Kini, kondisi pasien masih dalam penanganan pihak Rumah Sakit Ananda. Sementara pasien hanya mengalami luka ringan pada beberapa bagian tubuhnya. Pasien ini mencoba meloncat keluar dan terjatuh di saat keluarga pasien sedang berada di kamar mandi.
"Dirawat sekitar 3 hari karena ada gangguan kejiwaan sehingga ingin melarikan diri atau ingin keluar dari rumah sakit. Jadi, keadaan pasien tidak mengalami luka yang parah, hanya di kaki saja, lecet," ujar Kapolsek Purwokerto Barat AKP Haryanto.
Baca Juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Tewasnya Wanita di Hotel Tanah Abang
Pihak Polsek Purwokerto barat masih terus mendalami penyebab pasti jatuhnya pasien PS, warga Purwokerto barat ini.
(Arief Setyadi )