Geger Buaya Muara Berjemur di Dekat Permukiman, Kalau Siang Datang Berjemur

INews.id, · Sabtu 18 Juli 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 340 2248494 geger-buaya-muara-berjemur-di-dekat-permukiman-kalau-siang-datang-berjemur-DJGq7IlhIP.jpg Buaya muncul di permukiman di Pangkalpinang. Foto: iNews

PANGKALPINANG – Apa jadinya jika tiba-tiba buaya bermunculan di dekan permukiman? Tentu saja pada umumnya akan membuat ngeri penduduk sekitar.

Hal seperti itulah yang dirasakan warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Ya, kemunculan buaya muara di dekat permukiman diduga lebih dari dua ekor membuat warga geger.

Menurut warga, buaya itu mulai kerap muncul di Kolong Kepoh, kawasan Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, dalam sepekan ini. Kemunculan buaya di area bekas penambangan timah itu mengundang banyak warga yang penasaran untuk melihat penampakannya.

Menurut salah seorang warga, Abiue, dia pernah melihat tiga ekor buaya dengan ukuran dua hingga tiga meter di muara itu. Buaya-buaya itu kerap muncul ke permukaan pada siang dan malam hari.

“Tiap hari muncul, ada tiga yang sering dilihat warga, tapi ada satu yang muncul, tiap hari. Buaya-buaya itu sering berjemur siang-siang. Makanya seminggu terakhir warga ramai di sini menonton,” kata warga setempat, Abiue, beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip dari iNews. 

Baca Juga:  Buaya Sungai Teror Warga, Dua Orang Sudah Jadi Korban dalam Sepekan

Bagi warga setempat, penampakan buaya-buaya tersebut membuat resah. Apalagi, mereka sering memancing di bekas penambahan timah itu sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa diserang buaya. Warga sempat berupaya menangkap buaya dengan jerat tali, namun gagal.

Tim penyelamat satwa kota setempat juga tengah berupaya mengevakuasi buaya dengan perangkap di lokasi tersebut karena meresahkan warga. Perangkap dipasang di dua lokasi buaya-buaya sering muncul. Namun, proses evakuasi yang dilakukan sejak Rabu kemarin belum membuah hasil.

“Kami tahu di sini muncul buaya awalnya viral. Kami membawa dua perangkap untuk mengevakuasi buaya dan pakai umpan ayam mati. Kami berharap bisa dievakuasi karena kita takut juga membahayakan masyarakat sekitar,” kata Ketua Yayasan Alobi Babel Langka Sani. (Abp)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini