AS Masukkan 11 Perusahaan China dalam Daftar Hitam Terkait Perlakuan Terhadap Uighur

Agregasi VOA, · Selasa 21 Juli 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 18 2249752 as-masukkan-11-perusahaan-china-dalam-daftar-hitam-terkait-perlakuan-terhadap-uighur-5BY7XKabCa.jpg Foto: AFP.

WASHINGTON - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/7/2020) memasukkan 11 perusahaan China yang dianggap terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap warga Uighur di Xinjiang ke dalam daftar hitam ekonomi.

Perusahaan-perusahaan tersebut disebut melibatkan kerja paksa bagi warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya. Banyak perusahaan tekstil di antara perusahaan yang masuk dalam daftar hitam, selain itu ada juga dua perusahaan yang menurut pemerintah AS berperan melakukan analisis genetik untuk meningkatkan tindakan represif terhadap kaum Uighur dan minoritas Muslim di Xinjiang.

BACA JUGA: Trump Batal Sanksi China Atas Perlakuan Muslim Uighur

Perusahaan yang masuk daftar hitam itu tidak dapat membeli komponen dari perusahaan milik Amerika tanpa persetujuan pemerintah AS.

Ini merupakan kelompok ketiga dari perusahaan dan institusi China yang ditambahkan dalam daftar hitam AS. Pada dua putaran sebelumnya pemerintahan Trump memasukkan 37 entitas yang diduga terlibat dalam penindasan di Xinjiang, wilayah barat China.

BACA JUGA: China Paksa Wanita Uighur Pakai Kontrasepsi untuk Tekan Populasi Minoritas Muslim

"Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa sekaligus skema analisis dan pengumpulan DNA yang tercela untuk menekan warganya," kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan yang dilansir VOA.

Kedutaan Besar China di Washington menolak memberi komentar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini