Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sudan Temukan Kuburan Mayat 28 Perwira yang Dieksekusi Bashir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2020 |14:59 WIB
Sudan Temukan Kuburan Mayat 28 Perwira yang Dieksekusi Bashir
Mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir. (Foto: Reuters)
A
A
A

KHARTOUM - Sebuah kuburan massal berisi jasad 28 perwira militer yang dieksekusi pada 1990 karena merencanakan kudeta terhadap mantan Presiden Omar al-Bashir berhasil ditemukan. Penemuan kuburan massal itu diungkapkan oleh kantor kejaksaan umum Sudan pada Kamis malam (23/7/2020).

Para perwira itu dieksekusi dalam keadaan misterius setelah pengadilan militer yang cepat, satu tahun setelah Bashir mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer pada 1989. Lokasi kuburan massal itu tidak diungkapkan selama beberapa dekade.

"Penuntut umum berhasil menemukan kuburan massal bahwa data menunjukkan bahwa kemungkinan besar kuburan itu adalah tempat mayat para perwira yang dibunuh dan dimakamkan secara brutal," kata jaksa penuntut umum dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat (24/7/2020).

BACA JUGA: Dikudeta, Presiden Sudan Omar Al Bashir Dilaporkan Ditempatkan dalam Tahanan Rumah

Sebuah tim yang terdiri dari 23 ahli mendapatkan temuan itu setelah upaya yang berlangsung selama tiga minggu. Mereka akan melakukan lebih banyak uji forensik dan penyelidikan di lokasi kuburan tersebut.

Jaksa penuntut umum meyakinkan keluarga para petugas yang dieksekusi bahwa "kejahatan semacam itu tidak akan berlalu tanpa pengadilan yang adil".

Bashir muncul di pengadilan pada pembukaan persidangan Selasa (21/7/2020) atas tuduhan memimpin kudeta militer yang membawanya ke kekuasaan pada 1989.

Dia bisa dihukum mati jika terbukti bersalah.

Pengacara mantan presiden tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, lapor Reuters.

BACA JUGA: Dituduh Lakukan Genosida, Sudan Setuju Serahkan Mantan Presiden Omar Al-Bashir ke ICC

Bashir digulingkan oleh militer Sudan pada April 2019, setelah berbulan-bulan protes massa.

Laporan media lokal mengatakan awal bulan ini bahwa jaksa mempertanyakan Bashir atas eksekusi 1990, namun sejauh ini jaksa belum secara terbuka mengomentari masalah ini.

Bulan lalu, jaksa penuntut umum Sudan mengumumkan penemuan kuburan massal di timur Khartoum yang diduga berisi mayat siswa yang terbunuh pada 1998 ketika mereka berusaha melarikan diri dari dinas militer di sebuah kamp pelatihan.

Bashir telah dijatuhi hukuman dua tahun oleh pengadilan pada Desember atas tuduhan korupsi. Mantan presiden itu juga menghadapi persidangan dan investigasi atas pembunuhan para demonstran.

Selain itu da juga diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya pada 2009 dan 2010 atas tuduhan genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Darfur yang bergolak di Sudan.

Pemerintah transisi sipil mengambil alih dari Bashir di bawah perjanjian pembagian kekuasaan tiga tahun dengan militer yang membantu menggulingkan Bashir, tetapi ekonomi Sudan masih dalam krisis.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement