nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituduh Lakukan Genosida, Sudan Setuju Serahkan Mantan Presiden Omar Al-Bashir ke ICC

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 13 Februari 2020 15:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 13 18 2167928 dituduh-lakukan-genosida-sudan-setuju-serahkan-mantan-presiden-omar-al-bashir-ke-icc-bCMzJ3D45y.jpg Mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir. (Foto: Reuters)

KHARTOUM - Para pemimpin di Sudan telah setuju untuk menyerahkan mantan Presiden Omar al-Bashir ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menghadapi persidangan atas tuduhan genosida dan kejahatan perang.

Bashir, yang digulingkan pada April 2019 setelah berkuasa selama tiga dekade, dituduh melakukan kejahatan serius dalam konflik di Darfur pada 2003, yang menyebabkan sedikitnya 300.000 orang tewas.

BACA JUGA: Pengadilan Sudan Mendakwa Mantan Presiden Omar Al Bashir Atas Tuduhan Korupsi

Pihak berwenang mengatakan, mantan presiden, dan yang lainnya yang didakwa oleh ICC, harus menghadap pengadilan. Komitmen tersebut muncul pada pembicaraan damai antara pemerintah Sudan dan kelompok pemberontak dari wilayah Darfur.

"Keadilan tidak dapat dicapai jika kita tidak menyembuhkan luka-luka," kata Juru Bicara Pemerintah Sudan, Mohammed Hassan al-Taishi sebagaimana dikutip BBC, Kamis (13/2/2020).

Taishi, yang merupakan anggota dewan berdaulat Sudan dari kalangan sipil menekankan bahwa dia mengekspresikan pandangan pemerintah, yang mencakup jenderal yang kuat di militer, dan bukan pandangan pribadinya.

Bashir menolak mengakui kewenangan ICC saat dia dituntut atas dua tuduhan tersebut pada 2009. Pengacaranya mengatakan bahwa kliennya akan tetap menolak berurusan dengan pengadilan internasional itu, menyebutnya sebagai “pengadilan politik”.

Jaksa penuntut ICC di Den Haag meminta agar Bashir diadili atas pembunuhan di Darfur dan mengeluarkan surat penangkapan untuknya atas tuduhan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

BACA JUGA: Dikudeta, Presiden Sudan Omar Al Bashir Dilaporkan Ditempatkan dalam Tahanan Rumah

PBB mengatakan bahwa selain mereka yang tewas dalam pertempuran antara kelompok-kelompok bersenjata setempat, dan pasukan Bashir dan milisi yang didukung pemerintah, seperti pasukan Janjaweed yang terkenal, sekira 2,5 juta orang terlantar dalam perang tersebut.

Perintah untuk penangkapan Bashir dikeluarkan pada 2009 dan 2010 oleh ICC.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini