Ia menjelaskan, bahwa jika penerapan PSBB provinsi akan mengalami kerugian ekonomi yang besar maka bisa diterapkan hanya di kabupaten/kota. Selanjutnya, bila penerapan PSBB di kabupaten/kota juga mengalami dampak ekonomi yang besar maka bisa diterapkan PSBB ke tingkat kecamatan, atau di kelurahan/desa saja.
"Nanti kalau ada vaksin dia mungkin lebih kecil (dampak ekonomi karena PSBB). Dan kalau kita memperbesar tes dia akan memakan biaya besar. Jadi pelan-pelan saja, tapi tetap memperbesar tes pada kelurahan atau kecamatan yang merah. Itu lebih penting dari pada melakukan tes di provinsi," ujarnya.
Ia menerangkan, kunci menekan angka penyebaran kasus Covid-19 berada dalam kebijakan tracing kasus yang cepat dan benar.
"Kemudian kalau dia jadi klaster ya harus segera ditutup dan disemprot disinfektan.
Kasusnya semua isolasi. Kalau bisa semua dites mau itu PCR kalau tak bisa ya rapid test. Itu akan hemat biaya," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.