Sekolah di Zona Hijau Jabar Segera Dibuka, Guru Wajib Tes PCR

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 25 Juli 2020 23:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 525 2252127 sekolah-di-zona-hijau-jabar-segera-dibuka-guru-wajib-tes-pcr-C07Gp9CB5D.jpg (Foto : Sindonews)

BANDUNG – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat mewajibkan guru menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) seiring rencana pembukaan kembali sekolah-sekolah di Jabar, khususnya di zona hijau.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di  Jabar akan dilakukan secara bertahap, mulai dari SMA/SMK dan berlanjut ke jenjang di bawahnya dengan syarat kondisinya terkendali.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil menyatakan, sekolah yang akan menggelar KBM tatap muka wajib melakukan tes PCR terhadap guru yang akan mengajar.

Pelaksanaan tes PCR bagi para guru tersebut akan difasilitasi Pemprov Jabar yang jumlahnya sesuai dengan permintaan dari daerah. Menurutnya, tes PCR dilakukan untuk menekan potensi penularan Covid-19 saat KBM tatap muka digelar.

"Gurunya akan kita tes PCR, daerah tinggal mengajukan berapa ribu guru yang akan dites. Setelah selesai, baru anak-anak boleh sekolah," kata Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2020).

Selain melaksanakan tes PCR bagi guru, syarat lain yang harus dipenuhi adalah menerapkan protokol kesehatan ketat, di antaranya siswa wajib menggunakan masker dan pelindung wajah (face shield) serta kapasitas kelas dikurangi minimal 50 persen.

"Jadi bergiliran, setengah tatap muka dan setengahnya daring (online). Pokoknya, untuk anak-anak kita harus lebih teliti," ucapnya.

Dengan sistem kombinasi tatap muka dan daring, kata dia, orangtua siswa dapat memilih apakah anaknya akan mengikuti KBM tatap muka atau daring.

Baca Juga : Pemerintah Diminta Tak Targetkan Ubah Zona Merah ke Hijau Covid-19, Ini Alasannya


"Kita tidak boleh memaksa orangtua. Kalau orangtuanya merasa khawatir tatap muka, dalam teori pandemi jangan dipaksa karena itu hak asasi. Maka, kasih dia pilihan metode pembelajarannya," ujarnya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menekankan, KBM tatap muka hanya dapat dilakukan di kabupaten/kota dengan zona hijau dan lebih spesifik lagi ke kecamatan zona hijau.

Baca Juga : Mau ke Yogyakarta di Tengah Pandemi? Ini Syaratnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini