Heboh Camat Ngamuk karena Dikira Tukang Sapu, Kok Bisa?

Maskaryadiansyah, iNews · Selasa 28 Juli 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 340 2253207 heboh-camat-dikira-tukang-kok-bisa-Ph4K5SlbPB.jpg Ilustrasi Viral. Foto: News.Sky

SAMARINDA - Heboh di media sosial, Camat Samarinda Kota Anis Siswantini dikira tukang sapu oleh pimpinan kantor suatu perusahaan swasta yang terletak di Jalan Ahmad Dahlan Kecamatan Samarinda Kota, Kalimantan Timur.

Pimpinan kantor tersebut sebelumnya memanggil camat yang membawa sapu untuk membersihkan halaman depan kantornya.

Camat Anis Siswantini pun marah-marah serta menunjukan tumpukan sampah di mana dirinya disuruh menyapu dan membersihkan di halaman kantor perusahaan tersebut.

Lalu kenapa sampai bisa sang camat dikira tukang sapu? Anis menjelaskan, kejadiannya pada Jumat 24 Juli 2020 diadakan kerja bakti di lingkungan SMP Negeri 2 Samarinda yang berdekatan dengan kantor perusahaan tersebut. Setelah melintasi kantor tersebut, pimpinan kantor memanggil Camat Anis yang membawa sapu untuk membersihkan halaman kantornya.

 

Samat Samarinda Kota (kaos merah)

“Saya memperhatikan di lokasi itu banyak sampah. Itu berhamburan serta dibakar di depan ruko. Nah, saya masih memperhatikan di situ, tiba-tiba saya dipanggil sama warga situ yang saya tidak ketahui beliau siapa,” ujar Anis pada Selasa (28/7/2020).

“Ternyata memanggil saya tiga kali. Bu sini bu, dari jauh ini, memanggil saya tiga kali, yang kotor di sini bersihkan di sini,” lanjutnya.

Baca Juga: Viral Camat Dikira Tukang Sapu dan Disuruh Bersihkan Sampah 

Selanjutnya Anis pun mengamuk dan memberitahu perusahaan tersebut bahwa dirinya adalah pihak pemerintah yang mengimbau warga untuk kerja bakti.

“Lalu saya dekati, langsung ngomong begini, 'bapak menyuruh saya membersihkan di sini. saya ini dari pemerintah untuk mengimbau ayo kita kerja bakti sama-sama. Saya bukan penyapu jalan, langsung saya tinggal lokasi karena belum sampai di lokasi kerja bakti,” jelasnya.

Kejadian ini terekam kamera kemudian diunggah ke media sosial lalu viral. Atas kejadian tersebut, pimpinan perusahaan tadi meminta maaf sekaligus menerima sanksi dari camat untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta menyiapkan tempat cuci tangan serta bak sampah di lingkungan kantor.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini