Dinyatakan Bersalah Terkait Korupsi 1MDB, Najib Razak Divonis 12 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 18 2253762 dinyatakan-bersalah-terkait-korupsi-1mdb-najib-razak-divonis-12-tahun-penjara-WX1Cfdfu8O.jpg Foto: EPA.

KUALA LUMPUR – Pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 12 tahun penjara bagi mantan Perdana Menteri Najib Razak setelah menyatakan dia bersalah atas tujuh tuduhan tindak pidana pelanggaran kepercayaan, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam sidang perdana kasus skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Putusan hakim pada Selasa (28/7/2020) berpusat pada dana sebesar RM42 juta (sekira Rp143 miliar) yang ditransfer dari SRC International, bekas unit usaha 1MDB ke rekening pribadi Najib yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri.

Najib, yang menjabat sejak 2009 hingga 2018, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara untuk tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, dan 10 tahun penjara untuk masing-masing dari enam tuduhan pencucian uang dan pelanggaran kepercayaan.

BACA JUGA: Sidang Skandal Korupsi 1MDB, Najib Razak Dinyatakan Bersalah Atas 7 Tuntutan

Hukuman itu akan dijalankan secara bersamaan dan ditunda karena menunggu banding dari Najib.

"Setelah mempertimbangkan semua bukti dalam persidangan ini, saya menemukan bahwa penuntut telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan," kata hakim Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali kepada Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Najib mengaku tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran kepercayaan, pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia menyatakan tidak puas dengan putusan hakim dan akan mengajukan banding.

BACA JUGA: Mahathir: Malaysia Akan Jatuhkan Tuntutan Berlapis Terhadap Najib Razak

"Saya pasti tidak puas dengan hasilnya," kata Najib kepada wartawan.

"Ini jelas bukan akhir dari dunia, karena ada proses banding, dan kami berharap bahwa kami akan berhasil saat itu," tambahnya.

Selain dakwaan tersebut, Najib yang dilengserkan dalam pemilihan umum 2018, masih menghadapi berbagai tuntutan kriminal lain terkait dugaan penyelewenangan dana sebesar USD4,5 miliar dari 1MDB. Sebesar USD1 miliar dari dana tersebut diduga masuk ke rekening pribadi Najib.

Kasus ini diawasi ketat dan dipandang sebagai ujian terhadap upaya Malaysia untuk memberantas korupsi, setelah partai Najib kembali berkuasa pada Februari sebagai bagian dari aliansi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini