WNI di Singapura Harus Berurusan dengan Polisi Gegara Buang Bayi di Tong Sampah

INews.id, · Kamis 30 Juli 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 18 2254566 wni-di-singapura-harus-berususan-dengan-polisi-gegara-buang-bayi-di-tong-sampah-Sd4cJ9Usmc.jpg Kepolisian Singapura tengah menyelidiki pembuangan bayi ke tong sampah oleh WNI (foto: Shin Min Daily)

SINGAPURA – Polisi Singapura menangkap seorang perempuan asal Indonesia, karena kedapatan membuang bayi ke tempat sampah. Bayi tersebut ditemukan di halaman sebuah rumah di Taman Tai Keng, pada Senin malam.

Petugas Kepolisian Ang Mo Kioitu mengambil tindakan untuk membawa ke Rumah Sakit Perempuan dan Anak KK. Karena saat ditemukan, kondisi bayi tersebut masih bernyawa, dan sekarang dalam keadaan sehat, tidak mengalami luka.

Melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi dengan mudah mengenali perempuan Indonesia berusia 29 tahun tersebut dan langsung mengejar dan menangkapnya untuk diproses hukum.

Pelaku dijerat dengan KUHP Singapura dengan tuduhan menelantarkan anak berusia di bawah 12 tahun. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dipenjara selama 7 tahun, denda, atau keduanya.

"Polisi ingin menyampaikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang memberikan informasi berharga untuk membantu penyelidikan dan berkontribusi pada penangkapan," demikian pernyataan kepolisian, dikutip dari The Straits Times, Kamis (30/7/2020).

Seorang warga, Lew, mengatakan, menantunya menemukan bayi itu setelah makan malam. Sang menantu mendengar suara tangisan bayi dari luar.

"Dia mendengar suara aneh dari tempat sampah dan meminta bantuan beberapa dari kami untuk memeriksanya," kata Lew.

Begitu tutup tong sampah dibuka, ada bayi yang tampaknya baru lahir, dibungkus dengan handuk lalu dimasukkan ke kantong dari kertas. Lew lalu melapor ke polisi. Beberapa saat kemudian, ambulans tiba dan membawanya ke rumah sakit.

Seorang juru bicara Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga mengatakan, Layanan Perlindungan Anak (CPS) mengupayakan untuk merawat bayi tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, bayi bisa mendapat orangtua asuh yang terdaftar di kementerian, setidaknya sampai proses hukum ibunya selesai.

(amr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini