Menguatnya aliran angin Monsun Australia, kata Taufan, biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong masa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya. Saat ini, kecepatan angin terutama di bagian selatan Jawa dan Bali dilaporkan menunjukkan kecepatan angin yang lebih kuat.
"Kota-kota di bagian selatan Jawa dan Bali juga menunjukkan suhu udara yang relatif lebih dingin sedikit dibanding bagian utara, misalnya pada siang hari Lombok, Denpasar suhu 26- 28°C, saat yang sama di Semarang, Jakarta, Surabaya 30-31°C," katanya.
Sedangkan pada malam hingga pagi hari, dijelaskan Taufan, suhu minimum tercatat pada 29 Juli terendah ada di angka 10,4 derajat celcius di Ruteng, NTT, di Malang dan Bandung 17 derajat celcius, dan di Padang Panjang 18 derajat celcius.
"Musim kemarau telah berdampak menimbulkan potensi kekeringan secara meteorologis pada 31% ZOM berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) atau deret hari kering yang bervariasi dalam hitungan hari hingga bulan," katanya.
Berdasarkan hasil pantauan BMKG, deret hari kering terpanjang lebih dari dari 2 bulan bakal dialami beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur, yaitu Belu, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan dan di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Daerah tersebut, kata Taufan, sudah mendapatkan edaran Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis yang dikeluarkan BMKG pada 24 Juli 2020.
"Edaran Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis oleh Deputi Klimatologi BMKG tertanggal 24 Juli 2020 dengan status awas (kode merah) Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis. Selain itu, 58 Kabupaten/Kota juga tersebut berstatus siaga (kode oranye) yang tersebar di Provinsi NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Sulawesi Selatan," katanya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.