Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rumah Dihancurkan Israel, Keluarga Palestina Terpaksa Tinggal di Gua Bak Masyarakat Primitif

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 02 Agustus 2020 |19:01 WIB
Rumah Dihancurkan Israel, Keluarga Palestina Terpaksa Tinggal di Gua Bak Masyarakat Primitif
Anak-anak Palestina duduk di dalam gua tempat tinggal mereka di luar Kota Hebron, Tepi Barat, 22 Juli 2020. (Foto: Abdelhadi Hantach/Al Monitor)
A
A
A

Dia menggunakan lentera bahan bakar untuk menerangi gua dan istrinya menyiapkan makanan di atas api. Selama musim panas, keluarga tidur di luar karena takut akan ular dan kalajengking yang sering membuat gua-gua rumah mereka.

Kehidupan serupa juga dijalani Khalil Jabreen, (41) yang tinggal bersama keluarga beranggotakan enam orang di sebuah gua seluas 250 meter persegi di dekat lokasi rumahnya yang dihancurkan israel di Khirbet al-Fakhit.

Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat. (Foto: AFP)

Keluarga Jabreen yang beranggotakan enam orang telah tinggal di gua sejak rumahnya pertama kali dihancurkan pada 2000 karena dibangun tanpa izin. Setiap kali dia membangun kembali rumahnya, tentara Israel akan datang dan menghancurkannya.

"Pasukan Israel terus-menerus mengusir kami dari daerah itu, tetapi kami menolak semua upaya pemindahan dan kami ingin menjaga tanah kami agar tidak dicuri dari kami agar mereka membangun pos-pos baru," katanya kepada Al Monitor.

Menurut Abdel Hadi Hantash, seorang anggota Komite Umum untuk Pertahanan Tanah Palestina di Tepi Barat, Israel berusaha menjadikan Hebron sebagai Kota Yahudi dan mencaplok Kota Tua hingga pemukiman Kiryat Arba, yang diberikan oleh pemerintah Israel status kotamadya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement