Dokter India Akui Bunuh 50 Sopir Taksi, Buang Mayatnya ke Danau Buaya

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 03 Agustus 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 18 2256245 dokter-india-akui-bunuh-50-sopir-taksi-buang-mayatnya-ke-danau-buaya-AQuNq83KDq.jpg Devender Sharma. (Foto: Kepolisian New Delhi)

SEORANG pembunuh berantai membunuh lebih dari 50 supir taksi dan membuang mayat mereka di perairan yang dipenuhi buaya sebelum menjual taksi korbannya.

Devender Sharma, seorang dokter, dan kaki tangannya membunuh korban-korban mereka di tempat-tempat terpencil dan kemudian membuang mayat-mayat itu untuk memastikan mereka tidak pernah ditemukan.

Polisi di India mengatakan dia akhirnya ditangkap setelah menghilang saat pembebasan bersyarat, dan telah mengakui kejahatan-kejahatannya.

Para penyelidik menduga bahwa Sharma kemungkinan bertanggung jawab atas 100 pembunuhan.

BACA JUGA: Terjahat! Ini Lima Pembunuh Berantai Paling Kejam di Abad 20

Pria berusia 62 tahun itu adalah seorang dokter berkualifikasi dan merupakan bagian dari sindikat yang melakukan transplantasi ginjal ilegal pada awal 2000-an. Sharma mengaku melakukan 125 prosedur transplantasi ginjal ilegal, menghasilkan keuntungan sebesar £7.000 (sekira Rp183 juta) tiap operasi.

Wakil Komisaris Polisi, Rakesh Paweriya mengatakan kepada Times of India bahwa Sharma menargetkan supir taksi sehingga dia dan komplotannya dapat menjual mobil mereka, baik secara keseluruhan maupun dalam bentuk potongan. Setelah kehilangan uang dalam penipuan, Sharma juga mulai memimpin kelompok yang merampok tabung gas dari truk, sering kali membunuh pengemudinya.

"Kaki tangannya merampok truk yang membawa silinder LPG dengan membunuh pengemudi,” kata Paweriya sebagaimana dilansir Mirror.

BACA JUGA: Pembunuh Berantai Golden State Akui Bersalah Atas 13 Pembunuhan

"Mereka menurunkan muatan truk-truk itu di agen gas palsunya dan kemudian truk yang dirampok itu akan dibongkar di Meerut dan mayat-mayat para pengemudi dibuang di Kanal Hazara, Kashganj yang memiliki buaya, jadi tidak ada kemungkinan pengambilan mayat-mayat itu."

Dia sebelumnya telah dihukum karena tujuh pembunuhan pengemudi taksi yang dilakukan antara tahun 2002 dan 2004, dan dipenjara seumur hidup di Jaipur, Rajastan.

Namun setelah 16 tahun ia diberikan izin untuk menghabiskan 20 hari bersyarat di Januari. Tetapi dia kemudian menghilang, sebelum dilacak ke rumah seorang janda dekat Delhi, demikian dilaporkan media setempat.

Dia bilang dia tidak punya niat untuk kembali ke penjara, dan akhirnya mengakui masa lalunya yang brutal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini