PM Lebanon Sebut Ledakan di Beirut Dipicu 2.750 Ton Ammonium Nitrat Ilegal

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 05 Agustus 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 18 2257107 pm-lebanon-sebut-ledakan-di-beirut-dipicu-2-750-ton-ammonium-nitrat-ilegal-IZB5cHElOP.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

BEIRUT – Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan ledakan dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Lebanon, Beirut, dipicu bahan kimia ilegal yang disimpan dalam jumlah banyak secara ilegal.

“Sangat tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton ammonium nitrat telah ada di sebuah gudang selama enam tahun, tanpa ada tindakan pencegahan yang diambil,” ujarnya dalam pertemuan dengan Dewan Keamanan Lebanon sebagaimana dikutip juru bicaranya.

“Ini tidak dapat diterima dan kita tidak bisa diam saja terkait isu ini,” tambahnya sebagaimana dikutip dari laman AFP.

Sebagaimana diketahui ledakan yang terjadi di daerah pelabuhan Beirut itu telah menewaskan lebih dari 70 orang dan melukai setidaknya 2.700 lainnya. Jumlah korban juga diperkirakan akan bertambah.

Baca Juga:  PM Lebanon Akan Kejar Pihak Bertanggung Jawab atas Ledakan Besar di Beirut

Ledakan itu mengakibatkan munculnya awan jamur yang menyebabkan beberapa pihak khawatir ada ledakan senjata nuklir di Lebanon.

PM Diab telah berjanji akan memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban," katanya . "Mereka yang bertanggung jawab akan membayarnya.”

Baca Juga:  Ledakan Besar Guncang Beirut Ibu Kota Lebanon

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini