117 Kali Gempa Guncang Pulau Sumba Hari Ini

Adi Rianghepat, Okezone · Sabtu 08 Agustus 2020 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 340 2259121 117-kali-gempa-guncang-pulau-sumba-hari-ini-QcFraHCqEn.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

KUPANG - Guncangan gempa terus terjadi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sudah terjadi 117 kali gempa susulan.

"Hingga pukul 18.16 WIB, sudah terjadi 117 kejadian gempa susulan," tulis Stasiun Geofisika Sumba Timur, pada Sabtu (8/8/2020).

Menurut BMKG, gempa susulan bermula dengan guncangan bermagnitudo 5,0, selanjutnya kedua dan ketiga pada 5,5 magnitudo.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam rilisnya dari Jakarta menyebut rentetan gempa yang terjadi di Pulau Sandelwud NTT itu adalah gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini terjadi dengan selisih waktu 5 menit dan 28 menit dari gempa bumi pertama. Ketiga episenter tersebut berlokasi di laut pada arah Barat Daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT pada kedalaman 10 km.

Ia menjelaskan, dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi kerak benua di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber ketiga gempa bumi tersebut, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Guncangan gempa, menurut BMKG, dirasakan di daerah Tambolaka IV MMI, Waingapu dan Waikabubak III-IV MMI serta Labuan Bajo, Bima dan Dompu III MMI. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," tulis BMKG.

Seorang warga Sumba Barat Daya (SBD), Roli Dunga mengaku di sekitar tempat tinggalnya belum terlihat dampak kerusakan akibat guncangan gempa tetsebut. Namun, kegelisahan dan kepanikan warga tetap saja ada.

"Warga masih panik. Semuanya geliaah, apalagi saat ini mulai malam," katanya.

Baca Juga : Pulau Sumba Diguncang 4 Kali Gempa, Masyarakat Waspada

 

Sejumlah warga (laki-laki dewasa) kata dia, memilih untuk tidak tidur. "Ya, kami harus berjaga-jaga malam ini," kata Roli Dunga.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pulau Buru, Warga Rasakan Getaran Selama 2-4 Detik

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini