Hidup Sebatang Kara, Nenek Uho Terbaring Sakit Bersama Ayam dan Kucing

Asep Juhariyono, iNews · Sabtu 08 Agustus 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 525 2259020 hidup-sebatang-kara-nenek-uho-terbaring-sakit-bersama-ayam-dan-kucing-HQC4oW8nzc.jpg Nenek Uho hidup bersama ayam dan kucing di rumahnya yang tidak terawat. (Foto : iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA – Seorang nenek bernama Uho (75), warga Kampung Rarangjami, Kelurahan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, hidup seorang diri di rumahnya yang hampir ambruk. Nenek itu tinggal bersama ayam dan kucing di rumahnya.

Yang lebih mengenaskan, Nenek Uho yang sedang sakit terlihat meringkuk tanpa mengenakan busana. Ia hanya sehelai kain sarung yang membalut kakinya.

Sementara di dalam rumahnya terlihat penuh sampah dan barang barang bekas yang berserakan di setiap sudut rumah dan kondisi langit langit rumahnya sudah jebol dan bagian dapurnya ambruk.

Diketahui Nenek Uho sudah pikun dan kondisinya sering sakit-sakitan. Dua hari belakangan, sakitnya tampak parah hingga tidak terlihat keluar rumah.

Nenek Uho tinggal bersama ayam dan kucing di rumahnya yang tidak terawat. (iNews/Asep Juhariyono)

Mengetahui dua hari tidak terlihat, warga bersama ketua RT setempat akhirnya mencoba untuk melihatnya. Ternyata Nenek Uho sedang sakit dan terbaring dilantai rumahnya.

Ketua RT akhirnya melaporkan kejadian ini kepada lurah dan camat serta Dinas Sosial yang kemudian datang ke lokasi dan membawa Nenek Uho ke rumah sakit.

“Begitu sakit saya lapor ke kelurahan, kecamatan, datang dari Dinsos kemari langsung, tanggap, langsung ibunya (Nenek Uho) dibawa ke RS,” kata Ketua RT setempat, Dudin Tapipudin, Sabtu (8/8/2020).

Ia menyebutkan, Nenek Uho memiliki anak bernama Aep Saepudin (50), yang bekerja sebagai satpam di sebuah perumahan tak jauh dari tempat tinggalnya.

Namun, sang anak jarang tinggal di rumah. Ia hanya sesekali datang melihat Nenek Uho untuk mengantarkan makanan dan kemudian ditinggalkan kembali.

“Anaknya jarang tidur di sini. Kalau datang kasih makanan, berangkat lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga sekitar memang selalu memberi makan dan peduli kepada Nenek Uho dan sering diurus sama warga dan tetangga. Namun, karena sudah pikun, kata Dudin, Nenek Uho suka keluar rumah tengah malam. “Sehari-hari Nenek Uho tinggal bersama ayam dan kucing,” ujarnya.

Baca Juga : Nenek Moah Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot di Tengah Hutan

Ketua RT mengaku, Nenek Uho selalu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia melanjutkan, bantuan selalu diberikan kepada anaknya Aep. “Karena jika langsung dikasihkan selalu diacak-acak dan kalau uang selalu disobek sobek,” tutur Dudin.

Baca Juga : Hidup Sebatang Kara Digubuk Reyot, Mbah Tomo Hanya Ditemani Angsa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini