Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban, Buka Jalan Pembicaraan Damai

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 10 Agustus 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 18 2259973 afghanistan-bebaskan-400-tahanan-taliban-buka-jalan-pembicaraan-damai-qLtBVeKya2.jpg Foto: Reuters.

KABUL - Pemerintah Afghanistan pada Minggu (9/8/2020) sepakat untuk membebaskan 400 tahanan Taliban “paling ekstrem”, membuka jalan bagi pembicaraan damai yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang hampir berlangsung selama hampir dua dekade.

Kelompok pemberontak menyambut baik langkah itu dan mengatakan siap untuk memulai pembicaraan dalam 10 hari setelah pembebasan.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menekan Pemerintah Afghanistan untuk kesepakatan yang memungkinkan dia membawa pulang pasukan Amerika dari negara itu.

BACA JUGA: Sepakat Damai dengan AS, Taliban Akan Tetap Serang Pasukan Afghanistan

Militan Taliban menuntut pembebasan 400 orang, kelompok terakhir di antara 5.000 tahanan agar dibebaskan, sebagai syarat untuk bergabung dalam pembicaraan damai. Pada Minggu, majelis besar Afghanistan, atau Loya Jirga menyetujui pembebasan tersebut.

"Untuk menghilangkan rintangan, mengizinkan dimulainya proses perdamaian dan mengakhiri pertumpahan darah, Loya Jirga menyetujui pembebasan 400 Taliban," kata majelis dalam sebuah resolusi sebagaimana dilansir BBC.

Beberapa menit kemudian, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan, "Hari ini, saya akan menandatangani perintah pembebasan 400 tahanan ini."

Pekan lalu, Ghani mengundang majelis akbar, sekitar 3.200 pemimpin komunitas dan politisi, ke Kabul untuk memberi tahu pemerintah apakah para tahanan harus dibebaskan.

BACA JUGA: Taliban Tak Kurangi Kekerasan, Proses Perdamaian di Afghanistan Tertunda

Di antara 400 orang adalah anggota Taliban yang dituduh melakukan serangan besar terhadap warga sipil dan orang asing, termasuk pengeboman truk pada 2017 di dekat kedutaan Jerman di Kabul yang menewaskan lebih dari 150 orang. Serangan itu adalah yang paling mematikan dalam 19 tahun pemberontakan Taliban di Afghanistan.

Taliban dan sumber-sumber resmi mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok itu termasuk anggota jaringan militan Haqqani, yang memiliki hubungan dengan Taliban.

Dengan pembebasan tersebut, pemerintah Afghanistan akan memenuhi janjinya untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban. Pembicaraan antara kedua belah pihak kemungkinan akan dimulai pekan ini di Doha, Qatar.

Presiden Ghani mengimbau kelompok Islam garis keras itu berjanji untuk gencatan senjata total sebelum pembicaraan.

Tetapi sementara Taliban setuju untuk memulai pembicaraan dalam 10 hari setelah pembebasan, mereka tidak berkomitmen untuk gencatan senjata segera.

"Gencatan senjata adalah dan akan menjadi bagian penting dari perundingan, yang akan diputuskan selama perundingan (tidak sebelumnya)," kata Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen kepada Reuters melalui telepon dari Doha, tempat kantor politik kelompok itu berada.

Keputusan pemerintah Minggu menutup lebih dari lima bulan pembicaraan yang tidak menentu setelah Washington dan Taliban menyetujui pembebasan tahanan Taliban sebagai syarat untuk pembicaraan dengan Kabul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini