Warga dan Sekelompok Pesilat Bentrok di Situbondo, Ini Penyebabnya

INews.id, · Senin 10 Agustus 2020 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 519 2259974 warga-dan-sekelompok-pesilat-bentrok-di-situbondo-ini-penyebabnya-vRcL2tqnWR.jpg Foto: iNews

SITUBONDO – Silat merupakan ilmu bela diri yang menjadi kekayaan budaya Indonesia. Warga yang menguasainya tentu harus bersikap bijaksana dengan tidak menyalahgunakannya.

Namun oknum pesilat di Situbondo malah terlibat pertikaian dengan warga. Bentrok antara warga dan sekumpulan oknum pesilat yang terjadi di Situbondo mengakibatkan tiga orang warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa ini terjadi di Desa Kayu Putih, Kecamatan Panji, Situbondo, Minggu (9/8/2020). Keributan ini bermula saat sekumpulan pesilat mengambil bendera merah putih yang dipasang warga di depan rumah warga.

Pemilik bendera, Zainal Arifin lantas menegur kelompok tersebut lantaran mengambil bendera tanpa izin. Tak terima ditegur, para pesilat tersebut lantas mengamuk dan melempari rumah-rumah warga dengan batu.

Warga yang mengetahuinya lantas terlibat bentrok dengan kelompok pesilat tersebut. Akibatnya, beberapa warga terluka dan dilarikan ke Pusesmas Mangaran. Kebanyakan dari para korban mengalami luka memar dan robek di bagian kepala.

“Saya menegur mereka karena mengambil bendera tanpa izin. Tapi mereka tidak terima terus mengamuk,” kata Zainal yang juga jadi korban dalam bentrokan ini.

Sementara itu Wakapolres Situbondo Kompol Zein Mawardi mengatakan, kedua kelompok ini sempat adu fisik sehingga menimbulkan korban luka. “Sempat adu fisik dan kejadian berlangsung cepat,” katanya, dikutip dair iNews.

Pascabetrok, aparat dari TNI-Polri berjaga di sekitar lokasi selama beberapa hari ke depan untuk mencegah adanya bentrok susulan. Polisi juga masih mengejar dalang keributan ini.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini