Gunung Sinabung Erupsi, Desa Terdekat Gelap Gulita Tertutup Abu Pekat

Arief Setyadi , Okezone · Senin 10 Agustus 2020 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 608 2260094 gunung-sinabung-erupsi-desa-terdekat-gelap-gulita-tertutup-abu-pekat-1M2Dr4gRUr.jpg Tangkapan layar kawasan terdekat Gunung Sinabung gelap gulita (Foto: Ist)

JAKARTA - Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi pada Senin 10 Agustus 2020 pagi. Saat gunung tersebut memuntahkan material vulkanik, suasana di kawasan terdekat Sinabung gelap gulita.

Hujan abu menyelimuti desa terdekat. Karena memang letusan kali ini lebih besar dibandingkan pada Sabtu, 8 Agustus 2020, yakni memuntahkan material erupsi setinggi 5 ribu meter dari puncak gunung yang berketinggian 2.460 mdpl itu.

Dalam video amatir yang dibagikan oleh pemilik akun @upil_jaran67, kondisi perkampungan terdekat Gunung Sinabung gelap gulita. Bahkan, disebut seperti sudah tengah malam, padahal erupsi terjadi pada sekira pukul 10.16 WIB.

Baca Juga: Gunung Sinabung Erupsi Lontarkan Material Vulkanik hingga 5 Ribu Meter

Hawa di kawasan itu disebutkan juga panas. Matahari sama sekali tak terlihat dan membuat situasi di lokasi gelap gulita. Informasi yang diperoleh, kawasan yang gelap gulita itu ada di Kecamatan Naman Teran.

"Suasana 10.45, situasi seperti jam 10 malam. Semua tertutup dengan abu Sinabung yang sangat pekat. Lampu solar cell otomatis menyala. kita waspada semua dengan kondisi yang sangat gelap saat ini," ujar seseorang dalam video yang dibagikan itu seperti dilihat Okezone, Senin (10/8/2020).

Dalam postingannya itu, ia juga mendoakan agar masyarakat di sekitar Gunung Sinabung dalam kondisi aman. 

"Subhanallah. Setelah terjadi letusan #sinabung beberapa waktu kemudian hujan abu dan suasana gelap gulita. Smg saudara kita disana senantiasa dalam lindungan allah," tulisnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra menyebutkan, dari pengamatan, abu vulkanik yang terlempar saat erupsi berwarna kelabu dan tebal. “Untuk arah pergerakan abu vulkanik, condong ke timur dan tenggara gunung,” ujarnya.

Baca Juga: Gunung Sinabung Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada Hujan Abu dan Lelehan Lahar

Gunung Sinabung masih berada pada status Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur dan 4 km untuk sektor Timur-Utara.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin mengimbau masyarakat mengenakan masker bila keluar rumah. Selain itu, juga diimbau agar menyediakan cadangan air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik agar atap tidak roboh.

“Warga yang berada atau bermukim di dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diimbau mewaspadai bahaya lahar dingin,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini