Anak Tak Ada Kabar, Orangtua Dapati Putrinya Telah Dinodai di Rumah Kosong

Taufik Budi, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 512 2260415 anak-tak-ada-kabar-orangtua-dapati-putrinya-telah-dinodai-di-rumah-kosong-iYR88DCUVc.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

BANYUMAS – Seorang pemuda di Banyumas, Jawa Tengah, nekat membawa gadis belia ke suatu rumah kosong. Meski baru saling kenal empat bulan, namun pelaku diduga telah menodai atau menyetubuhi korban hingga tiga kali.

Pelaku adalah AD (24) warga Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Dia digelandang petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Banyumas karena diduga menyetubuhi gadis bawah umur berinisial IPW (15).

"Dari pemeriksaan awal pelaku mengakui telah menyetubuhi IPW sebanyak tiga kali. AD dan IPW sudah saling kenal kurang lebih empat bulan," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry, Senin (10/8/2020).

Dia mengungkapkan terbongkarnya kasus tersebut bermula saat orangtua korban kebingungan karena anak gadisnya tak kunjung pulang pada Sabtu 8 Agustus 2020 malam. Padahal, IPW mulai keluar rumah sejak siang dan tidak memberian kabar keberadaannya.

Baca Juga: Viral Pemerkosaan di Bintaro, Mengapa Kasus Baru Terungkap Setelah Satu Tahun?

Di tengah kebingungan itu, orangtua korban mendapat informasi putrinya itu pergi bersama AD. Dia pun bergegas mendatangi rumah pelaku. Kekhawatirannya kian bertambah karena anak gadisnya disebut berada di rumah kosong bersama AD.

"Kemudian orangtua korban mendatangi rumah pelaku dan menanyakan keberadaan anaknya kepada orangtua pelaku. Dari sinilah orangtua pelaku mengatakan keberadaan mereka di rumah kosong yang ada di Desa Sawangan Kecamatan Kebasen," jelasnya.

Baca Juga: Bocah 3 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Pelaku Sebut Korban Tumbal Ilmu Hitam

Lalu orangtua korban bersama warga masuk ke rumah kosong yang dimaksud. Mereka pun mendapati korban dan pelaku AD sedang berduaan di dalam rumah tersebut. Seketika, orangtua korban menanyakan tentang perlakuan AD kepadanya. “Korban menjawab, AD telah menyetubuhi dirinya,” ucap AKP Berry.

Jawaban itu langsung membuat orangtua korban naik pitam. Anak gadis kesayangannya telah diperdaya. Meski demikian, dia memilih melaporkan kejadian itu kepada polisi di SPKT Polresta Banyumas.

Polisi segera mengamankan terduga pelaku dan sejumlah barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut. Di antaranya pakaian dalam korban dan satu unit sepeda motor.

"Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, AD akan dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 jo UU No 17 Tahun 2016 penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini