Kamala Harris, Putri Imigran India-Jamaika yang Jadi Cawapres Joe Biden

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 12 Agustus 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 18 2260830 kamala-harris-putri-imigran-india-jamaika-yang-jadi-cawapres-joe-biden-FmMDSU8Zvl.jpg Kamala Harris. (Foto: Getty Images)

CALON Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memilih Senator California, Kamala Harris sebagai Calon Wakil Presidennya (Cawapres) yang akan menemaninya maju dalam pemilihan presiden pada November 2020.

Keputusan Biden untuk memilih Harris, seorang wanita kulit hitam, diambil di tengah ketegangan rasial yang melanda AS dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pro dan kontra mengenai keputusan tersebut, termasuk suara-suara yang menuding Biden berusaha mencari simpati pemilih kulit hitam dengan pilihannya.

Sempat maju sebagai kandidat calon presiden AS untuk Partai Demokrat, upayanya gagal pada akhir 2019. Dengan pandangan dan serangan-serangannya terhadap Biden selama debat kandidat capres Juni 2019, banyak yang merasa Harris tidak punya peluang untuk dipilih sebagai wakil presiden, namun dugaan itu terbukti salah.

BACA JUGA: Joe Biden Pilih Kamala Harris Sebagai Calon Wapresnya

Diwartakan BBC, senator Demokrat berusia 55 tahun itu lahir di Oakland, California dari dua orang tua imigran. Ibunya adalah seorang wanita kelahiran India, sementara ayahnya adalah imigran Jamaika.

Setelah perceraian orang tuanya, Harris dibesarkan oleh ibunya, Shyamala Gopalan Harris, seorang peneliti kanker dan aktivis hak-hak sipil. Ibunya, seorang penganut Hindu, memperkenalkan budaya India dan budaya warga kulit hitam di Oakland kepada dua putrinya, Kamala dan adik perempuannya, Maya. Hal itu diungkapkan Harris dalam buku otobiografinya.

Dia juga menghabiskan masa kecilnya di Kanada, ketika sang ibu mengambil pekerjaan sebagai pengajar di McGill University. dia dan adiknya tinggal di Montreal selama sekira lima tahun.

Harris menghabiskan empat tahun kuliah di Howard University, salah satu perguruan tinggi dan universitas kulit hitam terkemuka di AS. Setelah itu dia mengambil gelar hukum di University of California, Hastings, dan memulai kariernya di Kantor Jaksa Distrik Alameda County.

Dia menjadi jaksa wilayah, jaksa tertinggi, untuk San Francisco pada 2003, sebelum terpilih sebagai wanita pertama dan orang kulit hitam pertama yang menjabat sebagai jaksa agung California, jabatan penegak hukum tertinggi di negara bagian terpadat AS itu.

Pada 2016 dia mencatat sejarah ketika dia menjadi wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi Senat AS dari California.

Sejak pemilihannya menjadi Senat AS, Harris mendapat dukungan di antara kaum progresif karena pertanyaannya yang pedas terhadap calon Mahkamah Agung saat itu Brett Kavanaugh dan Jaksa Agung William Barr dalam sidang-sidang penting Senat.

BACA JUGA: Pertimbangkan Kandidat Wanita, Biden Akan Umumkan Cawapresnya Pekan Depan

Awal 2019, Harris sempat mencalonkan diri sebagai capres dari Partai Demokrat dengan slogan "Kamala Harris untuk Masyarakat". Namun, ia mengundurkan diri pada Desember 2019 karena kekurangan dana dan dukungan.

Beberapa bulan setelah pengunduran dirinya dari persaingan, pada Maret 2020, Harris mengumumkan dukungan bagi Biden. Dia mengatakan akan “melakukan segala yang dia bisa untuk membantu Biden terpilih sebagai Presiden AS berikutnya.”

Meski Harris menyebut dirinya sebagai progresif, banyak yang melihatnya sebagai seorang politikus “ekstrem kiri”, terutama berkaitan dengan kebijakan-kebijakan reformasi kepolisian yang luas pasca kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas karena kebrutalan polisi di Minneapolis.

Harris sering mengatakan bahwa identitasnya membuatnya secara unik cocok untuk mewakili mereka yang terpinggirkan. Sekarang dengan Biden memilihnya sebagai cawapresnya, Harris mungkin mendapat kesempatan untuk melakukan itu dari dalam Gedung Putih.

Jika pasangan itu terpilih, maka Harris akan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang menjabat sebagai wakil Presiden AS.

Menurut keterangan tim kampanye Biden yang dilansir Reuters, Biden dan Harris akan tampil bersama pada sebuah acara di Wilmington, Delaware pada Rabu (12/8/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini