Pertama Kali dalam Beberapa Bulan, Mesir Izinkan Warga Tinggalkan Gaza

Agregasi VOA, · Rabu 12 Agustus 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 18 2260986 pertama-kali-dalam-beberapa-bulan-mesir-izinkan-warga-tinggalkan-gaza-D9Kp6XXrWW.jpg Warga Palestina bersiap berangkat setelah Mesir membuka titik penyeberangan utama Rafah. (Foto: Thompson Reuters)

GAZA - Mesir telah membuka titik penyeberangan utama di Gaza bagi ribuan warga Palestina yang terjebak di kedua sisi perbatasan karena krisis virus corona. Ini merupakan pertama kalinya Mesir membuka titik penyeberangan itu sejak Mei.

Warga Gaza yang memiliki paspor Mesir, paspor asing, dan pasien yang ingin mendapatkan perawatan kesehatan di luar wilayah itu diizinkan keluar melalui titik penyeberangan di Rafah, yang dibuka selama tiga hari.

Kementerian Dalam Negeri Palestina yang dijalankan oleh Hamas mengatakan bahwa sekira 500 orang dijadwalkan meninggalkan Jalur Gaza pada Selasa (11/8/2020), pertama kalinya sejak Maret. Sementara warga Palestina yang terdampar di Mesir dan luar negeri akan diizinkan kembali ke rumah.

BACA JUGA: 10 Tahun Ditutup, Mesir Buka Kembali Perbatasan dengan Gaza

Diwartakan VOA, Gaza tampaknya berhasil mencegah perebakan virus corona, sebagian karena blokade yang dilakukan Israel-Mesir yang telah membatasi dengan ketat pergerakan orang yang masuk dan keluar wilayah itu. Israel dan Mesir memberlakukan pemblokiran itu pada 2017 setelah kelompok militan Islam Hamas menguasai Gaza.

Gaza melaporkan 81 kasus virus corona, tetapi semua warga yang terjangkit virus itu berada di pusat karantina wajib yang didirikan Hamas bagi siapa pun yang kembali ke wilayah itu. Belum ada laporan tentang perebakan virus corona di dalam Gaza.

BACA JUGA: Mesir Berencana Buka Jalur Gaza Selama Empat Hari

Untuk menyiapkan kembalinya ribuan warga Palestina lewat Rafah, Hamas telah membuka lebih banyak fasilitas isolasi di sepanjang Jalur Gaza.

Kehidupan di Gaza kembali normal meskipun dibayangi virus itu. Minggu lalu sekolah-sekolah dibuka kembali. Masjid, kafe, pusat kebugaran dan olahraga hingga gedung pernikahan juga dibuka.

Israel dan Hamas merupakan musuh bebuyutan yang telah terlibat dalam tiga perang dan sejumlah bentrokan sejak 2007. Pada Selasa pekan lalu (4/8/2020), Israel menutup satu-satunya titik penyeberangan komersial di Gaza sebagai tanggapan terhadap balon berisi bahan peledak yang diluncurkan Palestina ke arah Israel. Balon-balon itu menimbulkan puluhan kebakaran di lahan-lahan Israel di dekat Gaza.

Israel mengatakan titik penyeberangan Karem Shalom akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, tetapi lalu lintas bahan bakar, bahan pangan dan barang-barang kemanusiaan tidak terdampak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini