“ Awal mula saya berinovasi menciptakan bisnis secara independen, saat saya hobi makan dan membeli keripik singkong yang dijual di kota Bandung pada 2008, saya berpikir keripik ini enak dan bisa jadi ladang uang, kemudian saya memberanikan diri untuk menjual kembali yang di kemas dengan kemasan yang lebih menarik dan dipasarkan dengan brand nama sendiri” ujarnya.
Reza pun tak enggan membagikan rahasia suksesnya di usia muda yang dirintis secara independen, kini keripik pedas miliknya telah berkembang menjadi besar.
“Agar bisa jadi besar, kita harus unik dalam membangun bisnis mulai dari perencanaan sistem pemasarannya, packaging-nya dan brand-nya seperti apa, apalagi di dunia digital saat ini membuat kita semakin mudah memasarkan produk bisnis kita. Sistem pemasaran yang saya buat terbilang nyentrik. Saya membuat akun khusus di platform sosial media seperti Twitter, Facebook dan Instagram dan menginformasikan para pecinta keripik pedas ini bahwa keripik pedas saya bisa di dapat di berbagai lokasi termasuk di berbagai stand mobil yang lokasinya kami usahakan dekat dengan rumah mereka. Hal ini membuat orang banyak penasaran dan kemudian berbondong-bondong membeli keripik pedas saya” jelasnya.
Di masa pandemi saat ini, Reza membagikan tips agar bisnis menjadi besar dan tetap survive di masa new normal, ada strategi khusus yang bisa dilakukan untuk para pengusaha muda saat ini.
“ Di masa pandemi ini, membuat masyarakat tak banyak melakukan aktivitas di luar rumah, sehingga berdampak pada ekosistem bisnis, namun saya berusaha membuat strategi agar bisa tetap survive dan besar di new normal. Salah satunya adalah bahwa kita harus kreatif dengan cara mempromosikan produk di berbagai platform sosial media, serta membentuk tim kreatif agar memperlihatkan sesuatu yang menarik dari produk usaha yang kita buat. Kemudian strategi lainnya adalah dengan memberikan promo besar-besar di berbagai marketplace agar para konsumen tetap bisa menikmati produk usaha kita meskipun dirumah aja” tegas pria 32 tahun tersebut.