Bangga Buatan Indonesia, Misi RI Gelar Pameran Dagang Virtual Pertama di San Francsico

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 16 Agustus 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 18 2263061 bangga-buatan-indonesia-misi-ri-gelar-pameran-dagang-virtual-pertama-di-san-francsico-PRpeun3bOs.jpeg Foto: KJRI Sang Francisco.

SAN FRANCISCO – Guna menjaga kepentingan negara di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri berupaya memaksimalkan peran sentral di kawasan Indo-Pacific. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meningkatkan posisi Indonesia menjadi lebih strategis didalam struktur Global Value Chains (GVCs), khususnya bagi negara-negara yang memiliki nilai tambah bagi Indonesia.

Untuk mempromosikan gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo serta dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75, pada 13 Agustus 2020 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco telah menyelenggarakan kegiatan online “Indonesia Virtual Fest” melalui aplikasi Zoom dan Youtube.

KJRI San Francisco bekerja sama dengan Kantor Wali Kota San Francisco dan Global SF, organisasi nirlaba yang berfokus pada perdagangan internasional dan pengembangan investasi untuk perusahaan asing.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia yang telah diimpor oleh 10 perusahaan di Amerika Serikat (AS) dan dipasarkan secara online. Kesepuluh perusahaan ini bergerak di segmentasi pasar bisnis eceran (retail) maupun grosir (wholesale). Kegiatan ini juga bertujuan untuk membuka networking dan kesempatan berbisnis bagi para partisipan.

Kesepuluh perusahaan yang berasal dari tiga negara bagian yaitu California Utara, Oregon, dan Montana, adalah Beaneka Coffee, Pagi Coffee Merchants, dan Belift Coffee yang memasarkan produk kopi spesialti, Harendong Organic Tea Estate dan Lake Missoula Tea Company yang memasarkan produk teh spesialti, Nuts+Nuts USA, Tofurky, dan The Tropical Kitchen yang memasarkan berbagai produk makanan, Selamat Design yang membawa produk furnitur, dan Indosole yang memasarkan produk alas kaki. Founder dari perusahaan-perusahaan ini terdiri dari baik masyarakat dan Diaspora Indonesia maupun warga Amerika.

“Kami ingin berbagi tentang berbagai komoditas dan produk terbaik yang dapat ditawarkan Indonesia kepada komunitas global. Kami yakin masyarakat di AS akan menikmati produk Indonesia karena kualitas serta keunikannya,” kata Konsul Jenderal RI-San Francisco, Simon D.I. Soekarno dalam sambutannya saat membuka Indonesia Virtual Fest.

Sementara itu Direktur Perdagangan Internasional Kantor Wali kota San Francisco, Mark Chandler mengatakan bahwa Indonesia Virtual Fest adalah sebuah terobosan baru dan mengapresiasi pemerintah Indonesia atas program yang inovatif ini.

Direktur Kemitraan Global SF, Laura Jenkins menyatakan dukungan organisasinya bagi hubungan bisnis antara San Francisco dan Indonesia. Dia juga mengungkapkan besarnya antusiasme terhadap perusahaan Indonesia dalam pameran ini.

Kegiatan pameran dibagi menjadi tiga sesi sesuai dengan kategori produk. Sesi pertama diisi oleh bisnis yang menjual produk kopi dan teh spesialti yaitu Beaneka Coffee, Pagi Coffee Merchants, Belift Coffee, Harendong Organic Tea Estate dan Lake Missoula Tea Company.

Pada sesi selanjutnya pameran diisi oleh bisnis produk yang menjual makanan Indonesia seperti Nuts+Nuts USA, Tofurky, dan the Tropical Kitchen. Di sesi kedua, para vendor tidak hanya mendemonstrasikan produknya secara virtual namun juga berbagi tanggapannya mengenai

produk-produk Indonesia. Salah satunya disampaikan oleh Seth Tibbot, warga Amerika pendiri perusahaan makanan vegetarian “Tofurky” yang memproduksi tempe sebagai salah satu produknya.

“Tempe semakin populer di AS, pertumbuhan penjualan tempe mencapai 40% pada tahun 2020 dan menjadikannya salah satu dari 10 subkategori daging beku alternatif teratas di supermarket konvensional AS. Tempe merupakan produk serbaguna sehingga dan dapat digunakan untuk berbagai makanan seperti sushi, burger, taco atau bahkan untuk topping dessert!”

Sesi terakhir pameran menampilkan bisnis furnitur yaitu Selamat Designs dan produk alas kaki yaitu Indosole.

Kegiatan ini disaksikan oleh lebih dari 400 audiens yang terdiri dari beberapa Konsul Jenderal negara sahabat di San Francisco (Jepang, Filipina, Vietnam, Ukraina, Georgia), wakil dari berbagai Kamar Dagang di Sacramento, San Francisco, dan Portland, para pelaku bisnis lokal dan komunitas Indonesia dari berbagai wilayah di AS (California, Oregon, New York, Georgia, DC, Virginia, Alberta, Illinois, Texas, Massachusetts, Washington State, Florida, Pennsylvania) dan Indonesia.

Indonesia Virtual Fest mendapatkan tanggapan positif dari berbagai kalangan dan audiens. Kegiatan pameran virtual ini merupakan suatu terobosan penting mengingat intensitas pemasaran produk sudah tidak terbatas dengan kegiatan promosi secara fisik.

Fusion tempe dalam hidangan taco mendapatkam tanggapan yang positif dari Perwakilan Konsulat Jenderal Meksiko, Francisco Guzman. “Pameran dagang virtual ini luar biasa. Kami mencatat dan akan mencoba menggunakan tempe pada makanan-makanan Meksiko!”.

Pada 2019, total perdagangan RI - AS mencapai USD27,1 miliar. Sekira 11.84% atau sebesar USD 3.21 miliar dari nilai tersebut masuk melalui lima pelabuhan AS di wilayah kerja KJRI San Francisco yaitu San Francisco di California, Seattle di Washington, Columbia-Snake di Oregon, Great-Falls di Montana, dan Anchorage di Alaska. Beberapa produk unggulan Indonesia yang masuk ke wilayah kerja KJRI San Francisco meliputi pakaian jadi, mesin, furnitur, dan kopi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini