Diduga Lecehkan Ulama dan Jokowi, Rumah Warga di Pasuruan Digeruduk Banser

Jaka Samudra, iNews · Jum'at 21 Agustus 2020 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 519 2265216 diduga-lecehkan-ulama-dan-jokowi-rumah-warga-di-pasuruan-digeruduk-banser-WJRZ9Pqogo.jpg Rumah AH digeruduk Banser di Pasuruan, Jawa Timur (Foto: Jaka Samudra)

PASURUAN - Rumah seorang berinisial AH di-sweeping banser di tahun baru Islam. Ia dianggap memberikan ajaran menyimpang, melecehkan salah seorang ulama besar di media sosial serta mencoret foto Presiden Joko Widodo (Jokowi). AH juga disangka kuat menganut organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Kediaman AH berada di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sweeping di rumah yang juga tokoh masyarakat itu dilakukan pada Kamis 20 Agustus 2020.

Baca Juga: Kasasi Ditolak, Hizbut Tahrir Indonesia Tetap Dibubarkan

Dengan mengendarai kendaraan bak terbuka, puluhan satgas ormas itu mendatangi rumah AH. Kedatangan satgas berseragam lengkap menemukan dugaan penyebaran ideologi khilafah.

Saat itu, ketegangan dengan seorang yang disinyalir pemilik yayasan pendidikan tak terhindari karena berusaha mengelak. Padahal, di tempat ini juga ditemukan foto Presiden Jokowi yang dicoret- coret dan yang dipajang di ruang kelas lembaga religius formal. Bahkan, tak ada bendera sang saka merah merah putih.

Menurut Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan, Saad Muafi, bahwa aksi bermula ditenggarai dari unggahan di media sosial yang melecehkan salah seorang ulama besar yakni Habib Luthfi.

"Kami menemukan disini ada HTI yang dilarang. Kita akan serbu bila tidak ditutup," tuturnya.

Untuk menghindari hal yang tak dimungkinkan, Polres Pasuruan mendatangi lokasi kejadian dan memastikan menerima laporan polisi dari banser terkait pelecehan presiden dan memastikan akan langsung memproses hukum dalam waktu secepatnya.

"Kami akan pelajari ini," ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto.

Sejumlah barang bukti berupa foto kopi unggahan di medsos dan foto presiden dicoret diamankan oleh polisi. Selanjutnya, GP Ansor Bangil akan mengirim surat ke Kemenag kabupaten setempat untuk mencabut izin sekolah yang dianggap sebagai tempat berlindung.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini