Penembakan Brutal Pria Kulit Hitam oleh Polisi Picu Kerusuhan di Wisconsin

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Agustus 2020 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 18 2266682 penembakan-brutal-pria-kulit-hitam-oleh-polisi-picu-kerusuhan-di-wisconsin-75kLdCu3KA.jpg Foto: Twitter/@Breaking911.

KENOSHA - Warga yang marah menyerang gedung pengadilan dan melemparkan bom molotov ke petugas di Kenosha, Wisconsin setelah sebuah video viral, memperlihatkan polisi menembak seorang pria kulit hitam tujuh kali dari belakang, memicu demonstrasi dan kerusuhan.

Para perusuh masuk ke gedung pengadilan setempat dan menyalakan api di lantai dasar, sementara penjarahan dilaporkan terjadi di daerah tersebut.

Sebuah klip yang beredar di media sosial menunjukkan kerumunan orang yang marah mengelilingi sebuah mobil patroli, melemparkan bom molotov dilemparkan ke petugas. Beberapa detik kemudian seorang polisi terlihat tiba-tiba roboh, sementara seorang saksi mata mengatakan polisi itu “baru saja disambit bata”.

BACA JUGA: Bagaimana George Floyd Meninggal?

Kemarahan massa dipicu oleh video yang memperlihatkan polisi menembak seorang pria kulit hitam tujuh kali di punggung dari jarak dekat. Pria yang diidentifikasi sebagai Jacob Blake itu ditembak saat dia berusaha masuk ke dalam mobilnya di Kenosha, Wisconsin.

Blake dilaporkan dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.

Pihak berwenang di Kenosha mengumumkan jam malam darurat setelah kerusuhan terjadi setelah penembakan.

Ratusan orang berbaris di markas polisi pada Minggu malam (23/8/2020). Kendaraan dibakar dan pengunjuk rasa berteriak "Kami tidak akan mundur". Media melaporkan demonstran meneriakkan “Tak ada Keadilan, tak ada damai”.

BACA JUGA: 3 Polisi AS Didakwa Membantu Membunuh George Floyd

Dalam peringatan keselamatan publik, polisi mendesak bisnis 24 jam untuk mempertimbangkan penutupan karena "banyak" seruan tentang perampokan bersenjata dan tembakan yang dilepaskan.

Petugas menggunakan gas air mata untuk mencoba membubarkan ratusan pengunjuk rasa yang menentang jam malam di seluruh wilayah, yang diberlakukan hingga pukul 07:00 pada Senin (24/8/2020).

Gubernur Wisconsin Tony Evers mengutuk penembakan Blake, yang dilaporkan tidak bersenjata.

"Meskipun kami belum memiliki semua detailnya, yang kami tahu pasti adalah bahwa dia bukanlah orang atau orang kulit hitam pertama yang ditembak atau terluka atau dibunuh tanpa ampun di tangan orang-orang dalam penegakan hukum di negara bagian kami atau negara kita," katanya dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC. .

"Kami menentang penggunaan kekuatan yang berlebihan dan eskalasi langsung saat terlibat dengan warga kulit hitam Wisconsin."

Nama Jacob Blake menjadi trending di media sosial dan ribuan orang menandatangani petisi yang menyerukan agar petugas yang terlibat didakwa.

Penembakan itu terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di AS atas kebrutalan polisi menyusul pembunuhan pria Afrika-Amerika George Floyd pada Mei. Derek Chauvin, polisi yang terlibat dalam kematian Floyd telah didakwa dengan pembunuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini