Militer Lebanon Temukan 79 Kontainer Bahan Kimia Berbahaya Pasca Ledakan Beirut

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 25 Agustus 2020 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 18 2266972 pasca-ledakan-militer-lebanon-79-kontainer-bahan-kimia-berbahaya-di-pelabuhan-beirut-4Daob250zb.jpg Dampak dari ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut. (Foto: Twitter)

BEIRUT - Spesialis militer Lebanon dan mitranya dari Prancis mereka telah menemukan 79 kontainer berisi bahan kimia berbahaya di pelabuhan Beirut, tempat ledakan mematikan terjadi awal bulan ini, demikian disampaikan tentara Lebanon.

"Selama periode antara 14 dan 22 Agustus, 25 kontainer dengan asam klorida ditemukan, serta 54 kontainer yang berisi bahan kimia lain, kebocorannya bisa menjadi bencana besar," kata tentara Lebanon dalam pernyataan yang dilansir Sputnik, Senin (24/8/2020).

BACA JUGA: Dahsyatnya Ledakan di Beirut Picu Gempa Bumi, Guncangan Dirasakan Sampai Siprus

Pada 4 Agustus, ibu kota Lebanon diguncang oleh ledakan yang sangat kuat yang mengirimkan gelombang kejut hingga beberapa kilometer jauhnya dari pusat ledakan di pelabuhan Beirut. Seluruh distrik yang berbatasan dengan area pelabuhan hancur.

Ledakan dahsyat, yang disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara sembrono di pelabuhan Beirut, membawa kehancuran meluas, menyebabkan lebih dari 170 orang tewas dan lebih dari 40.000 lainnya terluka. Beberapa laporan media baru-baru ini menyebutkan korban tewas akibat ledakan tersebut mencapai 220. Lebih dari 100 orang masih hilang.

BACA JUGA: Pemimpin Lebanon Diperingatkan Tentang Bahaya 2.750 Ton Amonium Nitrat Sejak Juli

Pemerintah Lebanon mengumumkan keadaan darurat di ibu kota dan mengundurkan diri kurang dari seminggu setelah ledakan di Beirut, menyusul kemarahan publik yang menyebabkan ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan, menyerukan Perdana Menteri Hassan Diab untuk mundur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini