Share

Muncul Setelah Diisukan Koma, Kim Jong-un Peringatkan Korut Tentang Covid-19 dan Topan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 26 Agustus 2020 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 18 2267993 muncul-setelah-diisukan-koma-kim-jong-un-peringatkan-korut-tentang-covid-19-dan-topan-vX3xlGxkLE.jpg Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: Rodong Sinmum)

SEOUL – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un muncul untuk pertama kalinya sejak diisukan dalam keadaan koma pekan ini. Dalam penampilannya kali ini, Kim memperingatkan pihak berwenang Korea Utara untuk bersiap menghadapi bahaya yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona dan topan yang membayangi negara itu.

Korea Utara saat ini belum mengonfirmasi kasus Covid-19 yang berpotensi besar berdampak buruk pada negara yang miskin itu. Sementara itu Topan Bavi diperkirakan akan melanda Korea Utara akhir pekan ini, demikian diwartakan BBC.

BACA JUGA: Eks Diplomat Korsel Klaim Kim Jong-un Sedang Koma, Akan Digantikan Adiknya

Dilaporkan media pemerintah, berbicara pada pertemuan politbiro pada Selasa (25/8/2020), Kim, yang sedang merokok, mengatakan ada "beberapa kekurangan" dalam upaya negara untuk mencegah "virus ganas", mengacu pada virus corona yang kini menjadi momok global.

Pyongyang sejak lama menegaskan tidak ada infeksi Covid-19 di negara itu, meskipun hal ini diragukan oleh para pengamat. Tidak ada kasus yang diumumkan, tetapi medianya belum mengulangi klaim tersebut selama beberapa minggu hingga sekarang.

Setelah kasus yang dicurigai, ada penguncian di satu kota perbatasan dekat Korea Selatan tetapi infeksi tidak pernah dikonfirmasi secara resmi.

Penampilan Kim Jong-un muncul di tengah rumor tentang kesehatannya dan bahwa dia telah mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada saudara perempuannya Kim Yo-jong. Spekulasi tentang kesehatan pemimpin Korea Utara itu bukanlah hal yang aneh, tetapi sejauh ini selalu tidak benar.

BACA JUGA: Kim Jong-un Dilaporkan Meninggal Dunia

Sementara pemberitaan dunia berfokus pada Kim Jong-un, yang terlihat dalam keadaan baik, ada kekhawatiran yang lebih besar.

Korea Utara dan 25 juta penduduknya yang tidak dalam kondisi ekonomi yang buruk dan ancaman bencana kelaparan akan menghadapi Topan Bavi yang dapat menyebabkan kerusakan berat. Topan itu diprediksi membawa gelombang badai antara 200-300mm hujan hanya beberapa pekan sebelum panen padi musim gugur yang akan memperparah krisis pangan di negara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini