Sejumlah Tentara AS Terluka dalam Tabrakan dengan Rusia di Suriah

Agregasi VOA, · Kamis 27 Agustus 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 18 2268488 sejumlah-tentara-as-terluka-dalam-tabrakan-dengan-rusia-di-suriah-KsY1NALrA7.jpg Foto: Sputnik.

SEJUMLAH tentara Amerika Serikat (AS) terluka dalam sebuah insiden tabrakan dengan pasukan Rusia di Suriah, demikian dilaporkan Reuters mengutip keterangan pejabat AS. Sementara kontak antara pasukan Amerika dan Rusia kerap terjadi, insiden tersebut kembali menggarisbawahi risiko dari ke dua negara beroperasi berdekatan di Suriah utara, serta potensi eskalasi ketegangan.

Seorang pejabat AS, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, cedera yang diderita para tentara adalah akibat tabrakan dan bukan baku tembak. Sedangkan seorang pejabat lainnya mengatakan, insiden itu terjadi pekan ini di Suriah timur laut.

BACA JUGA: Rusia Kirim Kapal Perang ke Suriah Pasca Serangan yang Tewaskan 33 Tentara Turki

Para tentara itu dilaporkan mengalami cedera ringan.

Pentagon dan Komando Sentral AS (CENTCOM) yang mengawasi pasukan AS di kawasan itu, tidak memberikan komentarnya. Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley dilpaorkan telah berbicara dengan rekan setaranya dari Rusia pada Rabu (26/8/2020), tetapi tidak ada rincian tentang apa yang dibahas, demikian diwartakan VOA.

Militer AS biasanya tidak mengomentari cedera, tetapi bulan lalu, seorang anggota pasukan terjun payung AS tewas ketika kendaraannya terguling dalam sebuah kecelakaan di Suriah timur.

Video di media sosial memperlihatkan kendaraan-kendaraan militer Rusia, yang didukung oleh sepasang helikopter, dikendarai sangat dekat ke kendaraan lapis baja AS. Asal usul video itu tidak jelas.

BACA JUGA: Ledakan Bom di Utara Suriah Tewaskan Jenderal Rusia, Lukai Dua Tentara

Sebelumnya tahun ini, sebuah video lainnya memperlihatkan interaksi yang dekat antara pasukan-pasukan itu di sebuah jalan di Suriah.

Sekira 500 pasukan AS masih ada di Suriah utara setelah terjadi jumlahnya dikurangi secara drastis. Mereka awalnya dikerahkan ke sana untuk mengusir ISIS dari basisnya di negara itu.

Beberapa daerah itu juga memiliki sumber minyak, dan ini merupakan alasan yang dikutip Presiden Donald Trump untuk mempertahankan pasukan AS yang bermitra dengan sekutu Kurdi di kawasan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini