JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan menggelar malam penganugerahan untuk 75 ikon apresiasi prestasi Pancasila tahun 2020. Penganugerahan tersebut akan ditayangkan di stasiun Televisi Nasional pada Sabtu 29 Agustus 2020 sekira pukul 18.30 WIB.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP, Ani Purwanti mengatakan, penganugerahan apresiasi prestasi Pancasila ini sudah dilaksanakan 3 kali yaitu pada tahun 2017, 2019 dan 2020. Pemberian apresiasi prestasi Pancasila ini merupakan salah satu advokasi positif BPIP kepada masyarakat.
"Artinya dalam mengarusutamakan Pancasila BPIP memilih dan menetapkan perorangan, kelompok, komunitas yang dapat menjadi panutan dalam melakukan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari," kata Ani, seperti dikutip dari website bpip.go.id.
Apresiasi prestasi Pancasila ini, kata Ani, meliputi lima kategori yaitu kategori olahraga, seni budaya, sains dan teknologi enterpreneur dan lintas iman dengan kriteria warga Indonesia yang membanggakan, menginspirasi dan konsisten melakukan Pancasila dalam tindakan.
"Setelah terpilih, selanjutnya akan menjadi mitra BPIP dalam melakukan sosialisasi Pancasila contohnya sebagai narasumber supaya lebih gampang diterima masyarakat," tegas koordinator pelaksana acara tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayor Jenderal TNI Purn. Wisnu Bawa Tanaya, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dipercaya akan mampu menginspirasi dan mendongkrak semangat jiwa kebangsaan anak-anak generasi milenial.
"Dengan kegiatan ini, supaya generasi muda lebih memahami dasar Negara dan mengimplementasikannya dalam keseharian, selain dengan moto-moto kebangsaan perlu juga menampilkan inspirator yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila," ungkapnya.
Ia juga memastikan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dengan konsep yang lebih meriah dan berwarna lagi, sehingga tujuan-tujuan BPIP dalam membumikan Pancasila dapat tercapai.
"Banyak metode untuk membangkitkan kesemangatan bangsa sesuai dengan bidangnya masing masing, sehingga tidak hanya 5 kategori tapi masih banyak inspirasi-inspirasi di bidang lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi, dalam sambutannya secara virtual mengucapkan selamat dan sukses kepada 75 ikon apresiasi prestasi Pancasila. Ia berharap kepada 75 ikon dapat menjadi mitra BPIP dan terus semangat dalam mewujudkan Pancasila dalam tindakan melalui gotong royong menuju Indonesia maju sesuai dengan bidangnya masing-masing
"Saya berharap para ikon Pancasila akan menjadi Mitra BPIP, sebagai Panutan, sebagai pelopor dalam mengarusutamakan Pancasila kepada masyarakat luas sesuai dengan bidang Ibu Bapak dan Saudara saudari masing masing," ucapnya.
Selain ditayangkan di TVRI malam penganugerahan 75 ikon apresiasi prestasi Pancasila tahun 2020 ini juga akan ditayangkan melalui kanal Youtube BPIP dimeriahkan sejumlah tokoh dan musisi Indonesia seperti K.H Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, Addie MS, Trie Utami, Alffy Rev, Dewa Bujana, dan Didik Nini Thowok.
Berikut ini daftar 75 penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari BPIP.
Katagori Olaharaga terdiri 15 orang dan kelompok:
1. Christian Handinata, pelatih dan mantan pemain bulutangkis
2. Jonathan Christi, eatlit bulutangkis
3. Edgar Xafier Marve, loatlit wushu
4. Maria Natalia Londa, atlit lompat jauh
5. I Gede Siman Sudartawa, atlit renang
6. Perdana Putra Minang, pembalap
7. Lena dan LeniKembar, atlit sepak takraw
8. Defia Rosmaniar, atlit taekwondo
9. Jendi Panggabean, atlit renang disabilitas
10. Jauhari Johan, atlit triathlon
11. Eman Sulaeman, atlit bola disabilitas
12. Hanifan Yudan, atlit pencak silat
13. Rika Wijayanti, atlit paralayang
14. Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba, atlit menembak
15. Marinus Melianus Yowei, atlit renang disabilitas
Katagori sains dan Inovasi terdiri 15 orang dan kelompok:
16. Jason Sudirdjo, peneliti minyak alpukat
17. Wayan Supadno, motivator dan inovator di bidang pertanian
18. Prof Ahmad Nadjib Burhani, penulis dan peneliti
19. Prof Dr Nurul Taufiqu Rochman M Eng PhD, pakar nano teknologi
20. Prof Ir I Gede Wenten M Sc PhD, pakar teknologi membran
21. Dr Ir Arvilla Delitriana konseptor jembatan lengkung
22. Mahasiswa tim J-Roid Universitas Brawijaya, pencipta jaket penyeimbang suhu badan
23. Mahasiswa tim Banoo Universitas Gadjah Mada, inovasi teknologi Banoo
24. Muh Fahmi Husein, pencipta sepatu disabilitas
25. Arfi'an Fuadi, D-Tech Engineering
26. Dr dr Theresia Monica Rahardjo M Si SpAn KIC peneliti plasma
27. Dr rer nat Ayu Savitri Nurinsiyah M ILM Sc peneliti dan penemu obat luka dari bahan keong
28. Cleona Einar Maudiliva, anak jenius di bidang Matematika
29. Kiki Ratnaning Arimbi guru dan penulis, komikus pembelajaran Pancasila
30. Mahasiswa tim penemu pengawet buah alami Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Katagori Social Entrepreneur terdiri 18 orang, kelompok, dan komunitas:
31. dr Michael Leksodimulyo MBAM Kes, Yayasan Pdk Kasih
32. Budi Santoso, penggagas Kp Anggur
33. Sri Tiawati, Penggagas Sekolah Adat Punan Semeriot di Pedalaman Kaltara @+62 853-4681-1577
34. Muh. Rafa Ibnusina Jafar, Gerakan Peduli Sampah Elektronik cq. Ibunda @+62 811-988-586
35. Munaldus, Penggagas Credit Union di Kalbar @+62 811-5790-963
36. Sabar Manullang dan ibu Pinta Manullang-Panggabean, Pasutri pendiri Yayasan Anyo Indonesia, rumah untuk anak penderita kanker
37. Ibu dr Luh Ketut Suryani, Suryani Institute for Mental Health
38. Susilo Adinegoro, Sanggar Anak Akar
39. Andri Rizky Putra, Inisiator YPAB (pendidikan gratis untuk orang putus sekolah)
40. Irwan Hidayat, CEO Sido Muncul yang aktif di bidang sosial
41. Habib Syaid Ali Al-Habsyi, "Muhammad Yunus" dari Martapura penggagas BMT
42. Eko Mulyadi, pemberdayaan masyarakat terstigma kampung idiot di Ponorogo
43. Susi Pujiastuti, wiraswasta, inspitator
44. AKP Subari SH, polisi penggagas Kp Talas
45. Vania Santoso, pelopor LH dan founder HEYSTARTIC
46. Mansetus Kalimantan Balawala, ambulans motor di Larantuka, Flotim, NTT
47. Paidi, petani sukses
48. Ruhandi, Kades penggerak literasi di Banten
Katagori Seni Budaya dan Kreatif terdiri 20 orang, kelompok, dan komunitas:
49. Dr Moh Zaini Alif SSn M Ds, Komunitas Hong dan peneliti 2.600 lebih permainan tradisional nusantara
50. Endo Suanda, Pakar Etnomusikologi @+62 812-2029-832
51. Tom Ibnur, koreografer tari
52. Mulyano Moelya, seniwati dan guru tari
53. Torang Sitorus, desainer dan pegiat pelestari Ulos
54. Samuel Watimena, desainer dan pegiat pelestari kain nusantara
55. Reza Rahadian, aktor
56. Ernest Prakarsa, pegiat film dan komika
57. Nia Dinata, pegiat film
58. Joe Taslim, aktor
59. Landung Simatupang, aktor pemain teater
60. Andrea Hirata, novelis
61. Fiersa Besari, penyanyi penulis
62. Saung Angklung Mang Udjo
63. Bunda Iffet, mananjer Slank dan motivator melawan narkoba
64. Aminoto Kosin, musisi komposer
65. Bimbo, group penyanyi
66. Eka Gustiwan Putra, musisi dan komposer
67. dr Teuku Adifitrian Sp BP-RE atau dr Tompi, penyanyi
68. Edy Utama, penulis dan budayawan
Katagori Tokoh dan Komunitas Penggerak Lintas Iman terdiri 7 orang dan komunitas:
69. Anregueutta KH Muhammad Sanusi Baco, tokoh ulama
70. KH Husein Muhammad, tokoh ulama, pendiri Fahmina Institute dan pejuang kesetaraan-keadilan gender
71. Pdt SAE Nababan, tokoh agama Kristen
72. Romo Franz Magnis Suseno, tokoh agama Katolik,
73. Bhikkhini Santiri Theri, tokoh agama Budha
74. Pdd Dr Drs I Wayan Miartha M Ag, tokoh agama Hindu
75. Komunitas Jakatarub atau Jaringan Kerjasama Antar Umat Beragama di Bandung.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.