Polisi & Dishub Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen Uji Berkala Kendaraan di Malang

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 27 Agustus 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 519 2268341 polisi-dishub-bongkar-sindikat-pemalsuan-dokumen-uji-berkala-kendaraan-di-malang-GCR57zok4R.jpg Polres Malang dan Kemenhub rilis pemalsuan dokumen uji berkala kendaraan, Kamis (27/8/2020). (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)

MALANG – Sindikat pemalsuan dokumen kepengurusan Bukti Lulus Uji (BLUe) elektronik kendaraan berhasil dibongkar kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) di jembatan timbang Singosari, Kabupaten Malang.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan awalnya petugas Dishub Kabupaten Malang di jembatan timbang di Singosari, Kabupaten Malang menemukan kendaraan truk yang terindikasi membawa dokumen kartu BLUe palsu.

"Ada kendaraan truk indikasinya melakukan pemalsuan dan dilaporkan ke polres dilakukan penyelidikan dan penyidikan," ujar Budi Setiyadi saat rilis di Kota Malang, Kamis (27/8/2020)

Bersama Polres Malang, lanjut Budi, Kemenhub berkoordinasi mengenai pembongkaran BLUe palsu.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengakui awalnya pihaknya tak tahu mengenai kartu BLUe ini. Mengingat program kartu BLUe ini masih baru dan belum tersosialisasikan.

Pemalsuan dokumen uji berkala kendaraan. (Okezone/Avirista Midaada)

"Kartu BLUe ini kan kartu uji baru, awalnya saat masih asing dengan itu. Lalu kita lakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Memang saat ditemukan truk itu membawa kartu palsu, secara fisik sama tapi datanya tidak tercatat dalam sistem," tuturnya.

Dari sana pihak Satreskrim Polres Malang menelusuri sindikat kartu BLUe palsu ini hingga menangkap seseorang berinisial K (43), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Saat diamankan pelaku K disebut Kasatreskrim Polres Malang, mengakui membuat kartu BLUe palsu dibantu seorang rekannya berinisial AG. Namun saat dilakukan penggerebekan, AG sempat melarikan diri dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Pelaku K ini bekerjasama dengan AG, tapi AG ini sempat kabur. Namun hari ini subuh tadi, berhasil diamankan AG. Saat ini masih proses pengembangan AG dan K, mereka bekerjasama membuat kartu BLUe yang palsu," tuturnya.

Tiksnarto menambahkan, dalam beraksi para pemilik kendaraan truk dipatok tarif dari Rp450 ribu hingga Rp2 juta. Pelaku sudah menjalankan aksinya ini beberapa bulan lalu.

"Ini biayanya fantastis yang resmi puluhan ribu. Yang ini bisa dari Rp450 ribu - 2 juta. Pelaku mengaku sudah empat kali melakukan, tapi kami masih dalami lagi. Mungkin ada temuan baru," ucapnya.

Kini kedua K dan AG telah ditetapkan tersangka dan ditahan Satreskrim Polres Malang. Keduanya diancam dengan Pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan dokumen. "Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara," ujarnya.

Baca Juga : Kejagung Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka Pemberi Suap ke Jaksa Pinangki

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi bersyukur sindikat pemalsuan kartu uji lulus kendaraan yang sistem baru bisa dibongkar. Mengingat kartu Bukti Uji Lulus elektronik (BLUe) baru dijalankan pada 2020.

Baca Juga : Waspada Peredaran Uang Palsu di Pasar Rebo, Pedagang Nasi Uduk Jadi Korban

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini