Sekolah di Rumah, Siswa Jangan Nonton Film Porno!

Agregasi Sindonews.com, · Senin 31 Agustus 2020 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 519 2270368 sekolah-di-rumah-siswa-jangan-nonton-film-porno-DcIWI0ic58.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan peringatan keras pada siswa-siswa untuk tidak menonton film pornografi dan mengurangi bermain game online saat belajar di rumah.

Seperti diketahui, selama pandemi Covid-19 ini, anak-anak lebih banyak memegang ponsel dan memiliki waktu luas untuk berselancar di dunia maya.

Peringatan keras itu disampaikan Risma ketika memberikan pengarahan kepada anak-anak Rusun Penjaringan Sari di Taman Kunang-kunang, Surabaya, Senin (31/8/2020).

“Ayo ikuti ibu semua ya. Saya berjanji stop melihat film pornografi. Saya juga berjanji untuk mengurangi main game karena saya ingin berhasil dan sukses,” kata Risma yang kemudian diikuti oleh anak-anak Rusun Penjaringan Sari itu.

Dilansir dari Sindonews.com, Risma juga mengajak anak-anak itu untuk berfikir bagaimana dulu mereka di kandung oleh ibunya selama sembilan bulan. “Dulu pada saat kalian kecil, ibu kalian harus bangun tengah malam karena kalian menangis minta susu, mereka bangun demi kalian. Bahkan ketika sudah sekolah, orang tua kalian harus pinjam kemana-mana supaya kalian bisa beli buku, beli seragam sekolah,” ucapnya.

Baca Juga : Beredar Video Pasangan Mesum di Tempat Terbuka Dilakukan Siang Hari

Baca Juga : 31 Kandidat Vaksin Covid-19 Masuk Uji Klinis

Risma menambahkan, mereka sabar merawat semua buah hatinya karena ingin melihat anaknya sukses dan kehidupannya bisa lebih baik. Ia pun mengajak kepada anak-anak itu untuk menguatkan tekad supaya bisa berhasil dan sukses.

“Kalau kalian bisa jadi menteri, pasti orang tua kalian akan terangkat dari rumah susun ini. Kalau kalian bisa berhasil dan sukses, kalian bisa beli mobil dan rumah besar. Ayo keinginan kalian harus kuat,” tegasnya.

Untuk bisa sukses, katanya, anak-anak harus terus belajar dan berdoa. “Jadi, ketika ada temanmu mengajak main game, bilang aja aku mau belajar, ketika ada yang mengajak nonton film yang gak baik, maaf aku belajar dulu,” ungkapnya.

Risma juga menitipkan anak-anak itu kepada para orang tuanya, terutama ibu-ibunya yang saat itu juga hadir dalam pengarahan itu. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu meminta kepada ibu-ibu mereka untuk terus memantau perkembangan anak-anaknya, karena godaannya saat ini cukup besar.

“Mereka ini anak-anak saya semuanya, sehingga saya minta tolong titip kepada panjenengan semuanya, karena merekalah masa depan bangsa ini. Kalau mereka jelek, maka kita akan panen kejelekan juga, sebaliknya kalau kita berhasil mendidik anak-anak, maka kita akan panen keberhasilan juga,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan ini dilakukan supaya anak-anak tidak lagi terjerumus dan tidak tergoda kepada hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama tidak membuka situs-situs terlarang.

Antiek menambahkan, pihaknya akan meminta Diskominfo Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo. Tujuannya tentu untuk memblokir akses situs-situs terlarang, sehingga anak-anak ini tidak bisa lagi membuka situs tersebut. “Yang pasti, pengarahan semacam ini akan terus kami lakukan ke berbagai tempat,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini