Polisi Gagalkan Penyelundupan 6,5 Kg Sabu dari Malaysia

Agregasi Sindonews.com, · Senin 31 Agustus 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 519 2270434 polisi-gagalkan-penyelundupan-6-5-kg-sabu-dari-malaysia-NPiF48qASO.jpg Polda Jatim merilis pengungkapan kasus penyelundupan sabu 6,5 kg dari Malaysia (Foto : Sindonews.com)

SURABAYA - Polda Jawa Timur atau Jatim menggagalkan upaya penyelundupan sabu asal Malaysia. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka dengan barang bukti sebanyak 6,5 kilogram (kg) sabu.

Para tersangka itu berinisial L (19) dan H (21). Keduanya beralamat sama, yakni di Desa Mandeman Daya, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura.

Untuk mengelabui petugas, oleh kedua tersangka barang haram itu dimasukkan ke dalam kotak minuman kemasan susu. Sabu tersebut rencananya akan dikirim ke Sampang, Madura.

“Penyelundupan sabu ini terungkap berkat kerjasama yang baik antara Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan pihak Kanwil Bea Cukai Jatim I,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dilansir dari Sindonews.com, Senin (31/8/2020).

Awalnya, lanjut dia, petugas menerima informasi pengiriman satu kontainer barang dari luar negeri. Diduga, kontainer tersebut berisi sabu. Petugas lantas menindaklanjuti informasi tersebut dan menemukan alamat tujuan paket tersebut.

Ternyata, paket ini ditujukan ke Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura. “Petugas menunggu di lokasi pengiriman dan melihat siapa yang mengambil paket tersebut,” ujar Truno.

Ternyata, ada dua orang yang mengambil paket tersebut. Setelah diambil, maka Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung melakukan penangkapan terhadap dua tersangka. Saat paket dibuka, ternyata barang bukti tersebut adalah narkoba jenis sabu seberat 6,5 kg. “Kedua tersangka yang kami amankan ini merupakan kurir. Keduanya juga positif menggunakan sabu,” kata Truno.

Baca Juga : 4 Anak Novel Baswedan Turut Terpapar Virus Corona

Baca Juga : Fantastis! Kerugian Kebakaran Kejaksaan Agung Lebih dari Rp1 Triliun

Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 ayat 2, subsider pada Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya seumur hidup atau hukuman mati.

“Kami mengimbau pada masyarakat jangan pernah sekalipun mencoba narkoba. Mari kita selamatkan generasi muda kita semua karena kejahatan ini tidak mengenal status sosial,” terangnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini