Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, sebaran pelaksanaan program Padat Karya revitalisasi drainase jalan nasional itu yaitu di Sumatera sepanjang 1.668 Km dengan rencana 677.163 HOK dengan alokasi anggaran Rp 309 miliar. Untuk pulau Jawa dan Bali akan dikerjakan sepanjang 773 Km dengan 357.800 HOK dan anggaran sebesar Rp 154 miliar. Kemudian untuk pulau Kalimantan akan direvitalisasi drainase jalan nasional sepanjang 807 Km dengan 176.465 menggunakan anggaran Rp 124 miliar.

Pekerjaan serupa juga dilakukan pada Kepulauan Nusa Tenggara dengan target revitalisasi drainase sepanjang 341 Km dengan rencana 141.196 HOK dan anggaran Rp 71 miliar. Sementara di pulau Sulawesi akan dikerjakan 953 Km revitalisasi dengan 806.479 HOK dan anggaran Rp 189 miliar. Kemudian di kepulauan Maluku panjang yang dikerjakan 230 Km dengan rencana 183.764 HOK dan anggaran Rp 70 miliar. Dan yang terakhir di pulau Papua akan dilakukan revitalisasi 225 Km dan 190.045 HOK dengan Rp 81 miliar.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerkan PUPR Hedy Rahadian mengatakan, pekerjaan Padat Karya mendukung pemulihan ekonomi nasional ini fokus pada penanganan drainase jalan yang sudah hilang akibat sedimentasi. "Kita buatkan kembali, yang sudah mampet salurannya kita jebol lagi. anggaran sebenarnya sampai Desember, namun kita konsentrasikan di bulan Agustus dan September selesai agar jangan sampai ada kontraksi ekonomi,” terang Hedy.
Perluasan cakupan program PKT Kementerian PUPR juga dilaksanakan untuk pengadaan material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100 ribu Ton dengan anggaran Rp. 200 miliar di 34 Provinsi. Alokasi tersebut sebesar Rp. 114 miliar diperuntukkan untuk di Wilayah Barat (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan) sebanyak 56.489 ton dan Rp. 86 miliar untuk di Wilayah Timur (Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua) sebanyak 43.511 ton.
Di Provinsi Aceh, Kementerian PUPR melalui Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memulai program PKT revitalisasi drainase jalan nasional dengan target sepanjang 150 km terdiri dari pekerjaan saluran tanah 133 km dan saluran pasangan/diperkeras sepanjang 37 km.
Sedangkan untuk pengadaan material CPHMA dianggarkan sebesar Rp 6 miliar sebanyak 3.000 ton. "Pelaksanaannya telah dimulai sejak minggu lalu. Diharapkan dengan program ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 65.222 HOK dengan alokasi dana Rp 30 miliar di tahun 2020. Hingga saat ini sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 6.481 HOK. Targetnya akhir September 2020 pekerjaan rampung," kata Kepala BPJN Aceh Elvi Roza.