Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terbantu Secara Ekonomi, Warga Aceh Antusias Mengikuti Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Rabu, 02 September 2020 |10:16 WIB
Terbantu Secara Ekonomi, Warga Aceh Antusias Mengikuti Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR
Foto: Dok Kementerian PUPR
A
A
A

ACEH – Cuaca siang itu begitu terik, puluhan pekerja pria lengkap dengan APD yakni rompi, helm, sepatu dan masker tampak sibuk melaksanakan pengerjaan galian di pinggir ruas jalan Lambaro Batas Pidie, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (24/08/2020). Sepintas mereka seperti para tukang biasa, namun mereka ternyata adalah warga setempat yang dilibatkan dalam Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR.

PKT adalah program yang secara khusus diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam membantu mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

Fitrianda, salah satu warga terlibat pengerjaan revitalisasi drainase mengaku bersyukur dilibatkan dalam program padat karya ini, karena bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. “Alhamdulillah saya bisa ikut pekerjaan ini, dengan uang yang saya terima saya terbantu untuk ekonomi keluarga,”tuturnya.

Warga Aceh yang berprofesi sebagai pengemudi angkutan umum ini sejak pandemi terpaksa harus kehilangan mata pencaharian karena sepinya penumpang. “Sekarang penumpang berkurang, makanya diajak bekerja di sini saya dan warga sangat terbantu sekali. Semoga ke depan ada terus program seperti ini dari pemerintah untuk masyarakat,” harapnya.

Warga setempat memang merasa bersyukur karena mendapatkan Upah Minimum Provinsi sebesar Rp132 ribu per hari yang dibayar secara tunai. Warga yang sebagian besar bermata pencaharian petani ini bekerja setiap harinya dari pukul delapan pagi hingga pukul lima sore di bawah pengawasan Petugas Kementerian PUPR.

“Aktivitas yang sedang berlangsung sekarang kita sedang revitalisasi drainase tujuannya untuk pemulihan ekonomi. Panjang pengerjaan revitalasis drainase di sini 200 meter dengan melibatkan 45 warga yang kami libatkan setiap harinya dan kami berikan upah minimum provinsi.,” jelas Rita Marleni dari Kementerian PUPR.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement