Duterte Perintahkan Kepala Pabean Filipina Tembak Mati Penyelundup Narkoba

Agregasi VOA, · Rabu 02 September 2020 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 18 2271302 duterte-perintahkan-kepala-pabean-filipina-tembak-mati-penyelundup-narkoba-2v1no2EVf7.jpg Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Presidential Communication)

MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kepada pimpinan kepabeanan negaranya untuk menembak mati para penyelundup narkoba. Perintah itu diberikan Duterte kepada Komisioner Pabean Rey Leonardo Guerrero, lewat pernyataan pada sebuah pertemuan kabinet yang ditayangkan televisi pada Senin malam (31/8/2020).

Guerrero sendiri tidak hadir pada pertemuan yang ditujukan untuk membahas wabah virus corona itu. Namun, Duterte mengatakan ia bertemu pensiunan jenderal dan mantan kepala staf angkatan bersenjata Filipina itu sebelumnya pada hari yang sama di Istana Kepresidenan di Manila.

BACA JUGA: Hampir 1.000 Pengedar Narkoba Filipina Ditembak Mati di Jalan

Pada pertemuan kabinet tersebut, Duterte mengungkapkan apa yang dikatakannya ke Guerrero, “Saya blak-blakan mengatakan kepada dia, ‘Narkoba masih mengalir masuk ke negara ini. Saya ingin Anda menembak mati para penyelundup narkoba. Saya akan dukung Anda dan Anda tidak akan dipenjara. Kalau soal narkoba, Anda tembak mati saja.’”

Duterte tidak merinci lebih jauh pernyataannya tersebut. Hanya saja ia mengatakan, ia sebelumnya telah menyetui pembelian senjata api untuk badan yang dipimpin Guerrero, demikian diwartakan VOA.

Meski telah berulangkali dan secara terbuka mengancam menembak mati pengedar narkoba, Duterte dengan keras membantah mengizinkan pembunuhan di luar proses hukum.

BACA JUGA: Hampir 1.000 Pengedar Narkoba Filipina Ditembak Mati di Jalan

Ia dan kepolisian nasional, yang memimpin operasi anti-narkoba, pernah mengatakan, kebanyakan tersangka pengedar narkoba yang tewas di tangan polisi adalah mereka yang melawan saat hendak ditangkap dan membahayakan nyawa para penegak hukum.

Lebih dari 5.700 tersangka penyelundup dan pengedar narkoba tewas dalam operasi anti-narkoba Duterte. Fakta ini mendapat sorotan banyak organisasi HAM dan pemerintah negara-negara Barat.

Tak sedikit yang bahkan mengusulkan untuk menyeret Duterte ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini