Afghanistan Bebaskan 200 Tahanan Taliban

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 02 September 2020 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 18 2271621 afghanistan-bebaskan-200-tahanan-taliban-89qd07VegF.jpg Tahanan Taliban yang dibebaskan Pemerintah Afghanistan pada gelombang sebelumnya. (Foto: Twitter)

KABUL - Afghanistan kembali membebaskan ratusan tahanan Taliban sebagai bagian dari upaya pembicaraan damai intra-Afghanistan yang kemungkinan akan digelar pekan depan.

Pejabat Taliban mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa otoritas Afghanistan telah membebaskan 200 tahanan sejak Senin (31/8/2020), sementara Taliban dilaporkan telah membebaskan empat komando Afghanistan.

Pembebasan narapidana Taliban telah menjadi prasyarat untuk negosiasi untuk mengakhiri konflik 19 tahun di negara itu. Pembicaraan damai diharapkan akan dimulai di Qatar dalam beberapa hari setelah pembebasan penuh.

BACA JUGA: Afghanistan Memulai Pembebasan 400 Tahanan Terakhir Taliban

Seorang pejabat senior Afghanistan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa "lusinan" tahanan telah dibebaskan pada Senin, dengan sisa tahanan akan menyusul "dalam beberapa hari", demikian diwartakan BBC.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai memuji dimulainya kembali pembebasan tahanan, yang ia gambarkan sebagai "langkah positif menuju perdamaian di Afghanistan".

Pembebasan 5.000 militan merupakan bagian dari kesepakatan damai yang dicapai oleh Amerika Serikat (AS) dan Taliban pada Februari, yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pembicaraan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

BACA JUGA: Perundingan Damai Afghanistan-Taliban Akan Dimulai Pekan Depan

Pada Agustus, pemerintah Afghanistan mulai membebaskan 400 tahanan terakhir Taliban, setelah langkah tersebut disetujui oleh majelis besar tetua Afghanistan.

Tetapi tidak semua kelompok itu dibebaskan, dengan Prancis dan Australia keberatan dengan pembebasan tahanan yang dituduh melakukan serangan fatal terhadap warga negara mereka, termasuk pekerja kemanusiaan.

Menurut laporan Washington Post pekan lalu, tiga warga Afghanistan yang dituduh terlibat dalam kematian tentara AS termasuk di antara kelompok terakhir.

Taliban digulingkan dari kekuasaan di Afghanistan oleh invasi pimpinan AS pada tahun 2001, tetapi sekarang menguasai lebih banyak wilayah daripada pada titik mana pun sejak saat itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini