Viral Harimau Kurus Tak Terawat di Kebun Binatang, Ternyata...

Abdul Wakhid, iNews · Rabu 09 September 2020 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 519 2274727 viral-harimau-kurus-tak-terawat-di-kebun-binatang-ternyata-xnVzna5aMI.jpg Harimau yang disebut kurus tak terawat (Foto: Abdul Wakhid)

JAWA TIMUR - Dalam dua hari terakhir, harimau di kebun binatang Maharani atau Maharani Zoo Lamongan Jawa Timur viral di media sosial. Harimau ini diberitakan dalam kondisi kurus dan tidak terawat selama pandemi Covid-19. Ternyata Harimau Sumatera ini sehat, namun sudah lanjut usia sehingga terlihat kurus jika dilihat dari atas.

Koordinator Marketing Maharani Zoo dan Goa Lamongan Juli Tri Wahyuningtyas mengatakan, dengan usia lebih dari 14 tahun, wajar jika harimau tersebut nampak kerempeng. Harimau ini, kata Juli, adalah jenis Harimau Sumatera yang diberi nama Baksi dengan jenis kelamin jantan.

"Jenis Harimau Sumatera dengan usia diperkirakan 14 tahun 3 bulan. Sebelumnya dari KBS dan sebelumnya menghuni Ragunan," ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga:  Moge Terobos Lampu Merah di Tangsel, Polisi Sulit Identifikasi Motor Patwal yang Terlibat

Juli menyebut, usia harimau jika berada di alam liar biasanya adalah adalah 15 tahun dan jika berada di penangkaran bisa mencapai 20 tahun. Kenapa harimau itu bisa kurus? Juli menyebut karena memang dengan kondisi harimau sudah tua maka wajar jika metabolisme tubuhnya semacam itu.

"Usia sudah tua maka wajar jika kondisi metabolisme tubuhnya seperti itu sehingga tidak bisa gemuk," ujarnya.

Terkait pola makan, Juli menyebut kalau masih sama seperti harimau lain yang menjadi koleksi Mazoola, yaitu daging sehari 1 kali. Untuk Harimau Sumatera, kata Juli, pengelola memberi makan 5 sampai 8 kilo daging. Daging ini pun, aku Juli, campuran antara daging sapi dengan daging unggas hidup.

"Unggas hidup ini untuk mengasah naluri harimau itu sendiri," ungkapnya.

Baca Juga:  Gadis AS Isabella Guzman Tikam Ibunya hingga 151 Kali, tapi Tak Dipenjara

Sementara Kepala Bidang BKSDA Wilayah II Gresik, Wiwied Widodo langsung ke Maharani Zoo dan Goa Lamongan untuk mengecek kebenaran berita yang tersebar di media sosial tersebut. BKSDA, kata Widodo, tidak datang sendiri tapi membawa tim untuk memeriksa secara keseluruhan.

"Ini teman-teman dari BKSDA dibantu tim Wild Rescue Unit (WRU) kemudian ada dokter hewan juga," kata Widodo.

Widodo menyebut, Harimau Sumatera yang viral tersebut adalah harimau yang diberi nama Baksi dan terbilang sangat produktif. Pasalnya, kata Widodo, Baksi punya pasangan dan mampu memberikan keturunan 3 ekor harimau yang nama-nama anaknya diberikan oleh Menteri LH, yaitu Rengganis, Raung dan Rani.

Dari pemeriksaan morfologi, nutrisi, pakan dan rekam medis, lanjut Widodo, kesimpulan sementara harimau Baksi ini usianya sudah tua. "Yang kedua kita sudah cek pola pemberian nutrisi dan juga rekam medis kesehatan dan ternyata track record dari rekam medisnya cukup sehat, pakannya juga diberikan dengan normal," kata Widodo pada wartawan saat melihat kondisi Baksi.

Dikatakan Widodo, pihaknya juga akan melakukan penimbangan terhadap harimau ini untuk mengetahui lebih jauh morfologi harimau ini. Selain itu, imbuh Widodo, pihaknya juga akan melakukan body skoring yang dilakukan untuk mengetahui perubahan seiring dengan usia.

"Kalau dari segi morfologi jelas dia (pengunggah, red) sudah salah. Kecuali mengambilnya dari atas pasti kelihatan kurus," paparnya.

BKSDA menyarankan kepada pengelola untuk menyediakan ruang khusus dan penanganan ekstra mengingat usia Baksi yang sudah tua. "Apa yang bisa kita sarankan untuk pihak pengelola, salah satunya adalah memberikan perhatian khusus kepada harimau Baksi, salah satunya adalah membangun kandang karantina khusus untuk dapat perhatian lebih, di masa tua si Baksi ini," sarannya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini