Kampanye Pilkada Jadi Tahapan Paling Diwaspadai Penularan Covid-19

Taufik Budi, Okezone · Rabu 16 September 2020 00:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 512 2278394 kampanye-pilkada-jadi-tahapan-paling-diwaspadai-penularan-covid-19-cNQuxDgU3v.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

SEMARANG – Kampanye Pilkada 2020 menjadi tahapan yang paling diwaspadai karena menyebabkan interaksi secara langsung antara pasangan calon dan masyarakat pemilih. Kerumunan massa akan berpotensi menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

"(Tahapan ini) berpotensi menyebabkan munculnya klaster baru Covid-19. Oleh karena itu, sesuai arahan pimpinan Polri, kita perkuat pencegahannya," ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (15/9/2020).

Jajaran Polda Jateng juga diminta memahami Peraturan KPU (PKPU) terkait penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada 2020. Khususnya pada pembatasan jumlah peserta kampanye tatap muka. PKPU mengatur rapat umum maksimal dihadiri 100 orang. Sementara itu, rapat terbatas maksimal dihadiri 50 orang, dan debat dihadiri maksimal 50 orang.

Jenderal bintang dua itu pun meminta jajaran di daerah melaksanakan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Sinergi dan kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Pemerintah Daerah, TNI, dan pihak terkait sangat dibutuhkan untuk menjamin Pilkada berjalan aman.

Kapolri Jenderal Idham Azis juga telah memerintahkan jajarannya mencegah klaster baru Covid-19 selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Instruksi tersebut tertuang dalam surat telegram Nomor ST/2607/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat, mengatakan, terdapat enam pasangan calon di Jawa Tengah dipastikan akan melawan kotak kosong di Pilkada 2020. Dari enam Paslon tersebut hanya satu daerah yang bukan petahana.

“Lima paslon petahana yang melawan kotak kosong berasal dari Kota Semarang, Grobogan, Boyolali, Sragen, dan Kebumen. Jadi di Jateng Paslon yang akan melawan kotak kosong yang bukan berasal dari petahana hanya di daerah Wonosobo," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini