Dukun Pengganda Uang Mengaku Bisa Hilang karena Tak Pernah Mandi

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 23 September 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 519 2282645 dukun-pengganda-uang-mengaku-bisa-hilang-karena-tak-pernah-mandi-UtWdf62RWk.jpg Dukun pengganda uang di Batu ini mengaku bisa menghilang karena tidak pernah mandi (Foto : Okezone.com/Avirista)

BATU - Ulah Atim Hariyono dalam melakukan aksi penggandaan uang berkedok praktik perdukunan tergolong unik. Atim mengaku memiliki ilmu bisa menghilang dari kebiasannya yang tidak pernah mandi.

"Jadi korban saat dimintai keterangan mengaku pelakuini bisa menghilang. Makanya korban ini percaya," ujar Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat memimpin rilis di Mapolres Batu, pada Rabu siang (23/9/2020).

Atim Hariyono kini sudah ditangkap Satreskrim Polres Batu dari kediamannya di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Selasa 22 September 2020. Polisi sendiri langsung melakukan penahanan kepada keduanya dan dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHP mengenai penggelapan uang.

Pelaku yang berkedok dukun mengaku sengaja tak pernah mandi guna memperdalam ilmunya yang bisa menghilang, guna meyakinkan korbannya mau menjalani ritual-ritual.

Terpisah Kasatreskrim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus mengakui bila pelaku Atim Hariyono ini tak mau mandi bahkan saat diamankan kepolisian. Alasannya supaya ilmu yang ia miliki tak hilang.

"Jadi pelaku ini nggak mau mandi, katanya kalau mandi ilmunya hilang. Saat kita amankan pun juga nggak mau mandi, kemarin makanya masih sangat bau, dia menolak mandi katanya kalau mandi ilmunya hilang dan akan sakit," tuturnya.

Dari penuturan punya ilmu itulah lanjut Jeifson pelaku Atim memperdaya korban. Korban ini diperdaya dengan bisa mendatangkan samurai yang bila dijual harganya bisa berlipat-lipat.

Baca Juga : Dukun Gelapkan Rp18 M, Kapolres: Zaman Sekarang Berpikir Logis Saja

"Korban ini tak menyadari kalau dia sudah ditipu pelaku. Bahkan korban ini masih percaya sampai saat ini pelaku bukan kita amankan tapi korban percaya pelaku ini menghilang karena ilmunya. Sampai sekarang korban ini nggak mau pelaku diproses hukum, tapi anak korban ini yang melaporkan ke kami terkait adanya penggelapan uang ibunya," kata dia.

Kini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait nominal kerugian yang berbeda antara korban dengan pelaku. "Jadi ada perbedaan selisih nominal kerugian uangnya, dari korban pengakuannya Rp 18 miliar, tapi pelaku ini mengaku hanya menerima uang Rp5 miliar dari korban," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini