Skandal Selingkuh dengan Adik Ipar Terungkap Usai Bunuh Anak

Tata Rahmanta, iNews · Kamis 24 September 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 512 2282920 skandal-selingkuh-dengan-adik-ipar-terungkap-usai-bunuh-anak-RYK1vzqYGF.jpg Pria pembunuh anak hasil selingkuhan. Foto: Tata Rahmata

BOYOLALI - Seorang pria di Boyolali, Jawa Tengah, tega membunuh bayi yang baru saja dilahirkan. Bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri. Kini tersangka mendekam di tahanan Mapolres Boyolali.

Pelaku diketahui bernama Nur Kholis warga Ampel, Boyolali, Jawa Tengah. Ia nekat membunuh anaknya yang baru lahir karena khawatir membuat malu jika diketahui oleh tetangga bahwa bayi itu hasil selingkuh.

“Khilaf, malu, takut sama tetangga pak,” ujar Nur Kholis dalam rilis pengungkapan kasus pada Rabu 23 September 2020.

Sementara Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu AM Tohari menjelaskan berdasarkan pengembangan kasus, tersangka telah melakukan hubungan gelap bersama adik iparnya berinisial f. Skandal itu sudah berlangsung sejak Desember 2019.

Kemudian pada 2 September 2020 F merasakan perutnya sakit karena akan melahirkan. Tersangka lalu membeli obat urut untuk memijit perut selingkuhannya itu.

Namun setelah lahir, Nur Kholis malah membunuh bayi yang baru dilahirkan tersebut dengan cara dibekap mulutnya.

“Anaknya perempuan F itu tidak mengetahui kalau dia hamil. Dia baru mengetahui saat anaknya keluar (melahirkan) itu, ada suara tangisan, tapi setelah itu suara hilang karena dibekap N,” ujar Tohari.

Tersangka yang selama ini mengaku sebagai dukun tersebut lalu mengubur bayinya di belakang rumah agar tidak diketahui orang lain.

Baca Juga: Asyik Bobo Bareng dengan Pria Lain, Istri Dokter Digerebek Warga

Kasus tersebut baru terungkap setelah salah satu warga merasa curiga karena tersangka menggali lobang di kebun pada malah hari. Mendapatkan laporan dari warga, polisi langsung menindaklanjuti dengan menggali kubur dan melakukan otopsi.

Kasatreskrim Polres Boyolali Iptu AM Tohari menjelaskan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal perlindungan anak dengan hukuman lebih dari 15 tahun penjara.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini