RS Covid-19 di Ponorogo Penuh, Ini Penjelasan Bupati

Ahmad Subekhi, iNews · Kamis 24 September 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 519 2282879 rs-covid-19-di-ponorogo-penuh-ini-penjelasan-bupati-jVFMRpk0CW.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

PONOROGO - Virus corona (Covid-19) masih jadi ancaman di Ponorogo, Jawa Timur. Buktinya jumlah penderita bertambah 20 orang dalam periode 20-22 September 2020.

Dampaknya, rumah sakit rujukan untuk merawat pasien sudah penuh, demikian juga shelter atau penampungan untuk penderita juga penuh. Solusi yang ditawarkan Pemkab Ponorogo, penampungan pasien Covid-19 di desa kembali difungsikan.

"Saat ini seluruh ruang isolasi yang tersedia, RS rujukan yang ada di Ponorogo dalam kondisi penuh, terisi pasien konfirm positif maupun suspek. Shelter COVID-19 yang ada di Jalan Trunojoyo juga terisi penuh dengan pasien konfirm," jelas Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni lewat keterangan tertulisnya pada Selasa 22 September 2020.

Bupati berharap peran Satgas Covid-19 di desa kembali ditingkatkan. Pun ruang isolasi yang sudah disiapkan beberapa bulan lalu kembali difungsikan.

Baca Juga: Rata-Rata Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Lebihi Nasional, Ini Kata Khofifah

"Ruang-ruang isolasi yang ada di desa untuk kembali diaktifkan. Sehingga pasien-pasien yang tanpa gejala atau dengan gejala ringan bisa diisolasi di desa, dan yang di RS bisa lebih optimal untuk merawat pasien dengan gejala sedang atau berat," lanjut Ipong.

Sebenyak 20 orang yang terkonfirmasi positif dalam periode 20-22 September 2020, itu tersebar di Kecamatan Siman, Kauman, Babadan,Ponorogo, Sambit, Ngebel, Balong, Jetis, Sebagian menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara total kasus positif di Ponorogo mencapai 385 kasus, 13 di antaranya meninggal dunia, sembuh 288 orang, dan menjalani isolasi 84 pasien.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Turunkan Bonek Tangani Corona di Jatim

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini