Pria Berpisau Serang 4 Orang di Paris, Mendagri Prancis: Ini Serangan Teroris

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 26 September 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 18 2284131 pria-berpisau-serang-4-orang-di-paris-mendagri-prancis-ini-serangan-teroris-A8otDrTuV1.jpg Ilustrasi.

PARIS – Seorang pelaku bersenjatakan pisau daging menyerang dan melukai empat orang, dua dalam keadaan kritis, di luar bekas kantor majalah satire Charlie Hebdo di Paris, Prancis pada Jumat (25/9/2020). Menteri Dalam Negeri Prancis memperlakukan serangan itu sebagai tindak terorisme Islam.

"Jelas ini adalah tindakan terorisme Islam," kata Gérald Darmanin kepada France 2 pada Jumat. Dia mengatakan bahwa insiden ini menunjukkan ancaman terorisme di jalan telah diremehkan.

Diwartakan RT, dua karyawan kantor berita Premieres Lignes berada di luar kantor mereka di arondisemen ke-11 ketika mereka diserang oleh seorang pria yang memegang pisau. Pendiri Premieres Lignes, Paul Moreira mengatakan kedua karyawannya "terluka sangat parah".

BACA JUGA: Charlie Hebdo Akan Terbitkan Kembali Kartun Nabi Muhammad dalam Edisi Khusus

Serangan itu terjadi di dekat bekas alamat kantor Charlie Hebdo, majalah satire yang stafnya dibantai dalam serangan pada 2015 oleh militan Islam. Empat belas orang yang diduga sebagai kaki tangan dalam serangan itu saat ini sedang diadili di Paris.

Charlie Hebdo akhirnya dibuka kembali di alamat yang berbeda di Paris, yang dirahasiakan demi alasan keamanan.

AFP melaporkan bahwa lima pria telah ditahan, termasuk tersangka penyerang. Kantor penuntutan anti-terorisme PNAT mengatakan telah membuka penyelidikan, dengan tuduhan "percobaan pembunuhan terkait dengan perusahaan teroris" dan "persekongkolan dengan teroris."

Kepala PNAT Jean-Francois Ricard mengatakan tersangka utamanya adalah seorang pria berusia 18 tahun, yang dilaporkan lahir di Pakistan.

BACA JUGA: Al Qaeda Klaim Dalangi Serangan di Charlie Hebdo

Setelah mengunjungi lokasi serangan, Perdana Menteri Jean Castex mengatakan nyawa kedua korban "tidak dalam bahaya”.

Dua bersaudara Said dan Cherif Kouachi menyerbu kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015, dan membunuh dua belas orang. Mengklaim bertanggung jawab atas amukan itu, Al-Qaeda mengatakan majalah itu menyinggung semua Muslim dengan menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Charlie Hebdo mencetak ulang beberapa kartun menjelang persidangan yang diduga kaki tangan Kouachis. Mereka mengutuk serangan hari Jumat sebagai tindakan "menjijikkan" oleh "teroris" yang didorong oleh fanatisme dan intoleransi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini